Sempat Diklaim Dibunuh Israel, Komandan Pasukan Quds Iran Muncul di Perayaan Kemenangan Teheran

Setelah sempat dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel, Qaani justru terlihat segar bugar di tengah perayaan kemenangan yang digelar di Teheran.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Sempat Diklaim Dibunuh Israel, Komandan Pasukan Quds Iran Muncul di Perayaan Kemenangan Teheran
Petugas Layanan Darurat Israel memeriksa kerusakan yang terjadi pada sebuah bangunan akibat serangan rudal Iran di Beersheba, Israel selatan, Selasa (24/06/2025). (AP)

Brigadir Jenderal Esmail Qaani, Komandan Pasukan Quds IRGC, muncul mengejutkan di tengah kabar simpang siur soal kematiannya.

Setelah sempat dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel, Qaani justru terlihat segar bugar di tengah perayaan kemenangan yang digelar di Teheran, Selasa (24/6).

Kantor Berita Tasnim membagikan video yang memperlihatkan Qaani berdiri tenang di tengah lautan massa perayaan kemenangan yang diklaim sendiri oleh Iran atas Israel di Teheran.

“Komandan Qaani menghadiri perkumpulan rakyat Tehran pada hari ini usai Operasi Divine Victory,” tulis akun resmi Tasnim di media sosial X.

Siaran Press TV juga menampilkan momen serupa, menggambarkan Qaani disambut sorak-sorai warga Teheran.

“Brigadir Jenderal Esmail Qaani disambut hangat oleh kerumunan yang bergembira,” tulis media milik pemerintah itu, dikutip dari Antara.

Kemunculan Qaani mematahkan spekulasi dan sekaligus menjadi simbol propaganda perlawanan Iran terhadap Israel di tengah meningkatnya tensi kawasan.

Media AS Sebut Qaani Sudah Tewas

Pada awal bulan ini, media yang bermarkas di Amerika Serikat, The New York Times melaporkan bahwa Qaani termasuk di antara pemimpin militer Iran yang tewas dalam serangan udara Israel.

Israel meluncurkan serangan udara ke beberapa lokasi di Iran sejak 13 Juni, termasuk fasilitas militer dan nuklir, dengan tuduhan Tehran hampir memproduksi bom nuklir, klaim yang dibantah keras oleh Iran.

Ketika Iran meluncurkan serangan belasan menggunakan rudal dan drone, Amerika Serikat kemudian ikut serta dalam konflik dengan mengebom tiga situs nuklir Iran pada Minggu (22/6).

Setelah 12 hari pertempuran kedua musuh bebuyutan di kawasan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran pada Senin (23/6) malam waktu setempat untuk mengakhiri konflik.

Rekomendasi