Porak-Poranda Dihantam Rudal Iran, Israel Tutup Kilang Minyak Terbesar

Serangan Iran menghancurkan sebagian besar kilang minyak di daerah Haifa.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Porak-Poranda Dihantam Rudal Iran, Israel Tutup Kilang Minyak Terbesar
pelabuhan haifa (X)

Perusahaan yang bertanggung jawab atas kompleks Bazan, kilang minyak yang terletak di dekat Pelabuhan Haifa di utara wilayah pendudukan Israel kemarin mengatakan, serangan-serangan Iran merusak jaringan pipa dan jalur transmisi antar fasilitas di dalam kompleks tersebut.

“beberapa fasilitas hilir di kompleks tersebut telah ditutup,” kata perusahaan itu dalam sebuah catatan kepada investor, seperti dikutip dari Press TV, Senin (16/6).

Kompleks Bazan bertanggung jawab atas sebagian besar permintaan bahan bakar di wilayah pendudukan Israel. Kompleks tersebut memiliki kapasitas penyulingan hampir 31,8 juta liter per hari.

Rantai pasokan bahan bakar

Para ahli mengatakan serangan Iran terhadap kilang minyak itu akan sangat mengganggu rantai pasokan bahan bakar Israel. Hal ini dikarenakan rezim tersebut bergantung pada minyak impor untuk hampir 40 persen kebutuhan energinya.

Iran mulai menjatuhkan rudal di Pelabuhan Haifa pada Sabtu (14/6) malam sebagai bagian dari operasi serangan balasan yang lebih luas atas serangan tak beralasan Israel terhadap warga sipil dan target militer di Iran.

Beberapa orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan di Haifa, yang merupakan jalur kehidupan ekonomi bagi rezim Israel.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah proyektil Israel menghantam dua kilang pemrosesan gas alam di Iran selatan. Akibat dari serangan itu, sebagian kecil pasokan gas nasional terputus.

Sejak serangan Israel pada Jumat pagi, serangan terhadap infrastruktur energi Iran merupakan yang pertama kali.

Tepat setelah serangan itu Otoritas Iran mengatakan negara tersebut akan mengubah strategi balas dendamnya. Otoritas itu juga mengatakan Iran bersikeras melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak balasan dan akan diperluas mencakup target ekonomi.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi