Aksi heroik seorang siswa berusia 18 tahun bernama Jiang Zhaopeng dari Provinsi Shandong, China, menuai pujian luas. Jiang rela menunda kehadirannya dalam ujian masuk kejuruan nasional demi menyelamatkan teman sekelasnya yang mengalami serangan jantung. Kejadian ini sontak menjadi viral dan menginspirasi banyak orang.
Peristiwa heroik ini terjadi saat Jiang dan temannya sedang dalam perjalanan menuju lokasi ujian. Prioritas utama Jiang adalah menyelamatkan nyawa temannya, meskipun ia harus mengorbankan waktu ujiannya. Tindakan sigap dan penuh kepedulian Jiang ini kemudian mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.
Kisah ini menyoroti keberanian dan rasa kemanusiaan Jiang yang lebih memilih untuk menolong sesama dibandingkan mementingkan ujian. Aksinya ini menjadi contoh nyata tentang pentingnya nilai-nilai kemanusiaan di atas segalanya.
Advertisement
Awal Mula Aksi Heroik Jiang Zhaopeng
Pada tanggal 10 Mei 2025, Jiang Zhaopeng, seorang siswa berusia 18 tahun dari Provinsi Shandong, China, sedang dalam perjalanan menuju ujian masuk kejuruan nasional bersama seorang teman sekelasnya. Mereka bergegas agar tidak terlambat sampai di lokasi ujian.
Namun, saat mereka baru saja masuk ke dalam taksi daring, teman sekelas Jiang tiba-tiba mengalami serangan jantung. Temannya itu kehilangan kesadaran setelah sempat menendang jok mobil karena merasakan sakit yang luar biasa.
Menghadapi situasi darurat tersebut, tanpa ragu Jiang langsung bertindak cepat untuk memberikan pertolongan pertama kepada temannya. Ia menyadari bahwa nyawa temannya lebih berharga daripada ujian yang akan dihadapinya.
Advertisement
Tidak Menyesal Telat Ujian Demi Selamatkan Teman
Setelah berhasil membawa temannya ke rumah sakit dan memastikan mendapatkan perawatan medis yang tepat, Jiang akhirnya tiba di lokasi ujian dengan keterlambatan yang signifikan. Ia pun harus menghadapi konsekuensi dari keterlambatannya tersebut.
Meskipun demikian, Jiang mengaku tidak menyesali keputusannya untuk menolong temannya. Baginya, menyelamatkan nyawa seseorang adalah hal yang jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti ujian.
"Saya tidak menyesali tindakan tersebut," ujar Jiang seperti dikutip dari media lokal. "Nyawa teman saya lebih berharga dari apapun."
Advertisement
Apresiasi dan Dukungan untuk Jiang
#EverydayHero Jiang Zhaopeng, an 18-year-old medical student, faced a life-or-death test on Saturday — not in an exam hall, but in the backseat of a car, where he performed life-saving CPR on a classmate who went into cardiac arrest. https://t.co/quAnkDVq4h pic.twitter.com/4DaV9otqQi
— China Daily (@ChinaDaily) May 16, 2025
Aksi heroik Jiang Zhaopeng ini dengan cepat menyebar di media sosial dan mendapatkan perhatian luas dari masyarakat. Banyak warganet yang memberikan pujian dan dukungan atas keberanian serta kepedulian yang ditunjukkan oleh Jiang.
Beberapa pihak bahkan mengusulkan agar Jiang diberikan penghargaan khusus atas tindakannya tersebut. Ada juga yang menyarankan agar Jiang diberikan poin tambahan atau pengecualian khusus dari universitas atau perusahaan terkait sebagai bentuk apresiasi.
Kisah Jiang ini menjadi viral karena menginspirasi banyak orang untuk selalu mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dan membantu sesama yang membutuhkan, tanpa memandang risiko atau konsekuensi yang mungkin dihadapi.
Aksi heroik Jiang Zhaopeng membuktikan bahwa keberanian dan kepedulian terhadap sesama masih ada dan patut untuk diteladani. Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu siap membantu orang lain dalam situasi apapun.