Israel Gunakan Batu Sebagai Alat Sadap dan Mata-Mata di Gaza, Disebar Sepanjang Jalan dan Ditaruh di Antara Puing Bangunan

Perangkat pengintai dan penyadapan ditemukan tersembunyi di sepanjang jalan dan di antara puing-puing bangunan yang hancur.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Israel Gunakan Batu Sebagai Alat Sadap dan Mata-Mata di Gaza, Disebar Sepanjang Jalan dan Ditaruh di Antara Puing Bangunan
Israel Gunakan Batu Sebagai Alat Sadap dan Mata-Mata di Gaza, Disebar Sepanjang Jalan dan Ditaruh di Antara Puing Bangunan (Merdeka.com)

Seorang sumber dari kelompok perlawanan Palestina di Gaza mengungkapkan temuan alat sadap sebagai mata-mata Israel. Perangkat tersebut ditemukan ditanam oleh militer Israel di sepanjang jalan, tersembunyi di antara puing-puing bangunan yang hancur, serta di dalam sebuah rumah sakit.

Menurut Al-Hares, platform keamanan perlawanan Palestina, sumber tersebut mengatakan rincian operasi spionase tersebut menargetkan warga Palestina dan para pejuang di Jalur Gaza.

Salah satu perangkat yang ditemukan disamarkan sebagai batu beton. Di dalamnya, terdapat perangkat perekam audio, kamera pengenalan wajah, kamera inframerah, serta unit perekaman dan transmisi. Perangkat itu ditempatkan di sepanjang pinggir jalan, menyatu dengan lingkungan sekitarnya.

Dikutip dari unggahan X Warfare Analysis, anggota kelompok perlawanan tersebut juga menemukan batu berisi alat sadap Israel yang ditanam di tenda-tenda pengungsi di Gaza Selatan.

Perangkat pengawasan lainnya ditemukan tersembunyi di dalam pipa logam yang tergeletak di samping tembok fasilitas pemerintahan di Gaza.

Selain itu, sumber tersebut juga mengungkap penemuan jaringan perangkat pengintai yang ditanam di dalam sebuah rumah sakit di Kota Gaza. Israel diduga menggunakan perangkat ini untuk memantau pergerakan warga sipil sebagai langkah awal untuk melakukan serangan yang terarah.

Menurut pejabat tersebut, penemuan itu berawal dari laporan seorang warga yang melihat “batu beton” berbentuk aneh di dalam rumah sakit, lokasi yang sebelumnya diserbu oleh pasukan penjajah Israel selama invasi daratnya ke pusat Kota Gaza.

Terhubung dengan Peralatan Mata-Mata

Menanggapi laporan warga tersebut, unit keamanan bertindak cepat dan menyamar sebagai warga sipil yang datang ke rumah sakit tersebut. Pemeriksaan awal membenarkan bahwa batu tersebut dimodifikasi untuk menyembunyikan alat sadap atau perangkat pengintai, seperti dilansir Quds News Network, Selasa (29/4).

Setelah itu, penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa batu tersebut terhubung dengan peralatan mata-mata lainnya yang dipasang di area rumah sakit, termasuk kamera tersembunyi yang disamarkan dalam berbagai bentuk.

Petugas “Hudhayfah” dari Keamanan Perlawanan Gaza menjelaskan kepada Al-Hares bahwa perangkat intelijen ini merekam audio dan video dari lingkungan sekitar. Data tersebut langsung terhubung dengan unit intelijen Israel, khususnya unit 8200, yang terkhusus dalam intelijen digital dan deskripsi kode. Selain unit tersebut, terdapat juga unit 9900 yang berfokus pada intelijen visual.

Petugas tersebut memperingatkan warga agar tidak mengutak-atik benda yang tampak mencurigakan, terutama di wilayah yang pernah mengalami aktivitas militer. Ia mengimbau warga untuk segera melaporkan jika menemukan hal tidak biasa kepada pihak keamanan.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi