Jelang Pemakaman Paus Fransiskus, Donald Trump dan Zelensky Bertemu di Dalam Basilika Santo Petrus

Kedua pemimpin itu belum pernah bertemu sejak pertemuan keduanya yang memanas dan diwarnai perdebatan di Ruang Oval Gedung Putih pada akhir Februari.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Jelang Pemakaman Paus Fransiskus, Donald Trump dan Zelensky Bertemu di Dalam Basilika Santo Petrus
Jelang Pemakaman Paus Fransiskus, Donald Trump dan Zelensky Bertemu di Dalam Basilika Santo Petrus (Merdeka.com)

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky di dalam Basilika Santo Petrus, Vatikan, menjelang pemakaman Paus Fransiskus. Menurut Gedung Putih, pertemuan yang berlangsung 15 menit itu "sangat produktif, jika kita mencapai hasil bersama."

Dalam gambar yang bermunculan, Trump dan Zelensky duduk saling berhadapan dan terlibat diskusi serius. Ini berlangsung beberapa menit sebelum prosesi pemakaman Paus Fransiskus dimulai, seperti dilansir BBC, Sabtu (26/4).

Zelensky menyebut pertemuan tersebut "sangat simbolis" dan "berpotensi menjadi bersejarah".

Pertemuan itu terjadi sehari setelah Trump mengatakan Rusia dan Ukraina "sangat dekat dengan kesepakatan", menyusul pembicaraan antara utusannya Steve Witkoff dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Jumat.

Kedua pemimpin itu belum pernah bertemu sejak pertemuan keduanya yang memanas dan diwarnai perdebatan di Ruang Oval Gedung Putih pada akhir Februari.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha juga mengunggah gambar tersebut di X disertai keterangan: "Tidak perlu kata-kata untuk menggambarkan pentingnya pertemuan bersejarah ini. Dua pemimpin bekerja untuk perdamaian di Basilika Santo Petrus."

Setelah pertemuan tersebut, kedua pria itu kemudian menuruni tangga basilika, tempat kedatangan Zelensky disambut tepuk tangan dari orang banyak, dan duduk di barisan depan.

Selama kebaktian, Zelensky dan Trump duduk agak jauh dari satu sama lain, dengan Macron dan kepala negara lainnya di antaranya.

Dalam homilinya, Kardinal Giovanni Battista Re berbicara tentang seruan Paus Fransiskus yang tiada henti untuk perdamaian.

"'Bangun jembatan, bukan tembok' adalah seruan yang diulang-ulangnya berkali-kali," kata kardinal tersebut.

Rekomendasi