Sebuah pemakaman Romawi kuno ditemukan di Jerman Selatan, berisi lebih dari 100 kerangka kuda. Temuan tersebut mengungkap peran hewan dalam kehidupan militer kuno, dan terdapat satu pemakaman yang sangat menarik perhatian.
Arkeolog mulai menggali situs di Stuttgart pada musim panas 2024, sebagai bagian dari persiapan proyek pembangunan. Stuttgart terletak di barat daya jerman dan berjarak sekitar 644 km di barat daya Berlin.
Berdasarkan penemuan sebelumnya di area tersebut, terdapat tulang-tulang kuda yang berserakan. Para ahli berharap menemukan sisa-sisa keberadaan kavaleri Romawi, tapi apa yang mereka temukan jauh melampaui harapan ekspektasi.
Kantor Pelestarian Monumen Negara Bagian di Dewan Regional Baden-Wurttemberg mengumumkan pada 16 April bahwa sebuah kompleks makam Romawi yang luas telah digali.
Advertisement
Pemakaman Terhubung dengan Kavaleri Romawi
Berasal dari sekitar 1.800 tahun yang lalu, kompleks pemakaman tersebut berisi lebih dari 100 kerangka kuda. Hal ini menjadikannya salah satu situs pemakaman kuda militer Romawi terbesar di wilayah tersebut.
Arkeolog meyakini kuda-kuda itu milik unit kavaleri Romawi yang pernah ditempatkan di daerah tersebut selama abad kedua Masehi.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa unit tersebut memiliki sekitar 500 prajurit berkuda, yang membutuhkan setidaknya 700 kawanan kuda untuk mendukung operasi harian, perjalanan, dan kampanye militer.
Advertisement
Satu Pemakaman Mencerminkan Ikatan Emosional
Sarah Roth, arkeolog utama penelitian tersebut mengatakan bahwa sebagian besar kuda tampaknya mati secara alami, cedera, atau karena penyakit. Tidak ada tanda-tanda kematian massal, seperti pertempuran atau penyakit. Penguburan kuda-kuda tersebut umumnya sederhana, tanpa tanda atau artefak khusus.
Seekor kuda ditemukan terkubur dengan dua kendi keramik dan lampu minyak yang diletakkan di dekat kakinya. Barang-barang tersebut umumnya dikaitkan dengan makam manusia dalam budaya Romawi.
Roth mengatakan penguburan itu tampaknya meniru penguburan seseorang dan menunjukkan ikatan emosional yang kuat antara hewan dan pemiliknya.
“Bahkan setelah sekitar 1800 tahun, duka atas kematian hewan ini masih terasa,” jelas dia.
Tim tersebut juga menemukan satu kerangka manusia di tepi situs tersebut. Para pejabat meyakini jenazah tersebut mungkin orang yang berasal dari luar, ia dikecualikan dari tempat pemakaman resmi Romawi.
Secara simbolis, terdapat kontras antara kuburan manusia yang sederhana dan pemakaman kuda yang kaya. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang nilai-nilai sosial saat itu.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey