Para ilmuwan di China menemukan fosil larva cacing berusia 520 juta tahun yang terawetkan dengan sempurna, menunjukkan detail organ dalam yang menakjubkan. Fosil yang diberi nama Youti yuanshi ini, seukuran biji bunga poppy, berasal dari periode Kambrium dan memberikan gambaran yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang anatomi arthropoda purba.
Dikutip dari Popular Mechanics, Rabu (16/4), fosil ini ditemukan masih lengkap dengan usus dan otaknya. Menurut para peneliti, sistem pencernaan, sistem peredaran darah primitif, dan bahkan jejak saraf pada hewan purba ini masih terlihat jelas. Hal ini memungkinkan para peneliti untuk mempelajari dengan detail anatomi makhluk kecil ini menggunakan teknologi pencitraan 3D mutakhir, seperti tomografi sinar-X sinkrotron. Tingkat detail yang terungkap sungguh mengagumkan dan belum pernah ditemukan sebelumnya pada fosil seusianya.
"Selalu menarik untuk melihat apa yang ada di dalam sampel menggunakan pencitraan 3D," kata Katherine Dobson, salah satu penulis pendamping dari sebuah studi yang berfokus pada penemuan ini melalui siaran pers.
"Tetapi pada larva kecil yang luar biasa ini, fosilisasi alami telah mencapai pengawetan yang hampir sempurna."
Penemuan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kita tentang evolusi arthropoda. Arthropoda merupakan kelompok hewan yang sangat beragam, mencakup serangga, laba-laba, kepiting, dan lobster. Youti yuanshi, sebagai perwakilan arthropoda awal, memberikan bukti langsung tentang kompleksitas anatomi mereka yang telah ada sejak periode Kambrium. Ini menantang beberapa teori sebelumnya yang menganggap arthropoda purba memiliki struktur tubuh yang lebih sederhana.
Advertisement
Teknik Tomografi
Dengan menggunakan teknik tomografi sinar-X sinkrotron, para peneliti mampu merekonstruksi struktur tiga dimensi dari Youti yuanshi. Tomografi sinar-X sinkrotron, sebuah teknik yang menggunakan sinar-X yang sangat kuat dan terfokus, memungkinkan para ilmuwan untuk "melihat" ke dalam fosil tanpa merusaknya. Teknik ini menghasilkan gambar tiga dimensi yang sangat detail, memungkinkan para peneliti untuk mempelajari struktur internal fosil dengan presisi tinggi.
Hasilnya menunjukkan detail yang luar biasa, termasuk struktur otak yang kompleks dan sistem pencernaan yang terorganisir. Ini menunjukkan bahwa arthropoda awal telah mengembangkan organ-organ internal yang canggih jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
Sistem saraf yang terawetkan dengan baik juga memberikan informasi berharga tentang evolusi sistem saraf pada arthropoda. Jejak saraf yang terlihat menunjukkan pola yang kompleks, menunjukkan adanya sistem koordinasi dan kontrol yang sudah berkembang pada tahap awal evolusi mereka. Penemuan ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut tentang hubungan evolusi antara berbagai kelompok arthropoda.
Detail itu juga memungkinkan para ilmuwan untuk menarik hubungan evolusi antara makhluk-makhluk purba di masa lampau dan makhluk-makhluk yang hidup di sekitar kita saat ini. Misalnya, di dalam larva terdapat bagian otak yang dikenal sebagai protocerebrum. Sekarang setelah para ilmuwan melihatnya, mereka dapat melihat bahwa bagian itu berevolusi menjadi "inti" kepala arthropoda yang memungkinkan mereka untuk berkembang biak di berbagai lingkungan—dari kedalaman laut hingga setiap benua di Bumi.