Show Israel The Red Card', Seruan Boikot Israel Menggema di Dunia Sepak Bola

Kampanye protes suporter Celtic FC terhadap kebijakan Israel merambah ke berbagai negara, menyoroti isu politik Palestina-Israel dalam dunia olahraga.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Show Israel The Red Card', Seruan Boikot Israel Menggema di Dunia Sepak Bola
'Show Israel The Red Card', Seruan Boikot Israel Menggema di Dunia Sepak Bola (Merdeka.com)

Kampanye 'Tunjukkan Kartu Merah pada Israel' dimulai oleh suporter Celtic FC di Skotlandia pada 12 Februari 2025, saat pertandingan Liga Champions melawan Bayern Munich. Kampanye ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional, termasuk genosida, pembersihan etnis, praktik apartheid, dan pendudukan ilegal wilayah Palestina.

Dalam aksi ini, suporter mengibarkan spanduk bertuliskan 'Tunjukkan Kartu Merah pada Israel' ('Show Israel the Red Card') dan membagikan selebaran yang mengajak penonton untuk menunjukkan kartu merah simbolis saat pertandingan dimulai.

Tindakan ini tidak hanya berlangsung di Skotlandia, tetapi juga meluas ke berbagai negara, seperti Italia, Spanyol, Prancis, Yunani, Irlandia, Turki, dan Malaysia, dengan dukungan dari suporter berbagai klub sepak bola. Meskipun ada kekhawatiran bahwa UEFA (Union of European Football Associations) akan memberikan sanksi atas tindakan provokatif penonton, Celtic FC tidak dikenai sanksi. Pejabat UEFA menyatakan bahwa "tidak ada tindakan disiplin yang dibuka terhadap klub tersebut", sehingga kampanye ini dapat terus berlangsung tanpa hambatan.

Kampanye ini telah menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Beberapa pihak menganggapnya sebagai bentuk ekspresi politik yang sah, sementara yang lain mengkritiknya sebagai tindakan provokatif dan tidak sportif. Salah satu pendukung kampanye, seorang suporter Celtic, menyatakan bahwa "ini adalah cara kami untuk menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina dan menuntut keadilan". Namun, kritik juga datang dari berbagai kalangan yang menilai bahwa tindakan tersebut dapat merusak semangat olahraga. Mereka berpendapat bahwa sepak bola seharusnya menjadi ajang untuk menyatukan orang-orang, bukan untuk memecah belah. Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya isu politik Palestina-Israel dan bagaimana dampaknya merembet ke dunia olahraga.

suporter bola dukung palestina
suporter bola dukung palestina X

Angka kematian warga Palestina yang sangat tinggi, dengan laporan menyebutkan 344 pemain sepak bola Palestina terbunuh hingga November 2024, menjadi sorotan dalam kampanye ini. Angka tersebut perlu diverifikasi dari sumber yang terpercaya, namun mencerminkan realitas pahit yang dihadapi oleh masyarakat Palestina. Kerusakan fasilitas olahraga di Gaza juga merupakan isu serius yang perlu mendapat perhatian internasional. Banyak infrastruktur olahraga yang hancur akibat konflik berkepanjangan, sehingga menghambat perkembangan olahraga di wilayah tersebut. Seorang aktivis olahraga dari Gaza mengatakan, "Kami tidak hanya kehilangan nyawa, tetapi juga harapan untuk masa depan olahraga di sini".

Kampanye 'Tunjukkan Kartu Merah pada Israel' telah menciptakan gelombang protes yang melibatkan suporter dari berbagai belahan dunia. Meskipun menuai kontroversi, aksi ini berhasil menarik perhatian pada isu-isu kemanusiaan dan politik yang lebih luas, serta menunjukkan bagaimana olahraga dapat menjadi sarana untuk menyuarakan keadilan dan solidaritas.

Rekomendasi