Kabinet Israel Setujui Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Hamas Walaupun Sejumlah Menteri Menolak

Gencatan senjata yang disepakati akan mulai efektif pada hari Minggu (19/1).

Tanti Yulianingsih
Oleh Tanti Yulianingsih - Reporter
Kabinet Israel Setujui Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Hamas Walaupun Sejumlah Menteri Menolak
Kabinet Israel menyetujui gencatan senjata Gaza dan kesepakatan pembebasan sandera. (Israeli Government Press Office) (© 2025 Liputan6.com)

Kabinet Israel telah memberikan persetujuan terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Setelah lebih dari 460 hari perang genosida berlangsung di Gaza, kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui perjanjian tersebut.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah membunuh lebih dari 46.788 warga Palestina dan melukai 110.453 lainnya di Gaza.

"Pemerintah Israel meratifikasi perjanjian gencatan senjata pada Sabtu (19/1) pagi setelah melakukan pertemuan selama lebih dari enam jam," ungkap kantor Perdana Menteri Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Al Jazeera.

"Pemerintah telah menyetujui kerangka kerja untuk pengembalian para sandera. Kerangka kerja untuk pembebasan para sandera akan mulai berlaku pada hari Minggu," tambah pernyataan tersebut.

Meskipun kesepakatan ini mendapatkan penolakan dari beberapa anggota garis keras kabinet Israel, laporan media menyebutkan 24 menteri dalam pemerintahan koalisi Netanyahu memberikan suara mendukung kesepakatan tersebut, sementara delapan lainnya menolak. Sebelumnya, kabinet keamanan Israel juga telah memberikan suara untuk mendukung gencatan senjata pada hari Jumat (18/1).

Kesepakatan tersebut menetapkan bahwa gencatan senjata akan dimulai dengan fase awal enam minggu, di mana tawanan di Gaza akan dibebaskan sebagai imbalan atas tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel, yang diharapkan dapat mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 15 bulan.

Brett McGurk, pimpinan negosiator AS dalam perundingan gencatan senjata, menyatakan bahwa Gedung Putih memperkirakan gencatan senjata akan dimulai pada Minggu pagi (19/1), dengan rencana pembebasan tiga tawanan perempuan ke Israel pada Minggu sore melalui Palang Merah.

Pada Jumat (18/1), Kementerian Kehakiman Israel merilis daftar 95 tahanan Palestina yang akan dibebaskan dalam pertukaran pertama pada hari Minggu.

"Kami telah memastikan setiap detail dalam perjanjian ini. Kami cukup yakin ... perjanjian ini siap dilaksanakan pada hari Minggu," kata McGurk dalam sebuah wawancara televisi dari Gedung Putih.

Setelah pembebasan tawanan pada hari Minggu (19/1), McGurk menambahkan bahwa kesepakatan tersebut juga mencakup pembebasan empat tawanan perempuan lainnya setelah tujuh hari, diikuti dengan pembebasan tiga tawanan lagi setiap tujuh hari setelahnya.

Israel Tetap Serang Gaza

Kabinet Israel Menyetujui Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza dengan Hamas, Rilis Daftar 95 Sandera akan Dibebaskan
Kabinet Israel menyetujui gencatan senjata Gaza dan kesepakatan pembebasan sandera. (Israeli Government Press Office) © 2025 Liputan6.com

Meskipun mediator dari Qatar, Mesir, dan AS telah mengumumkan perjanjian gencatan senjata pada Rabu (15/1), serangan Israel di Gaza masih terus berlangsung. Sejak pengumuman tersebut, hampir 120 orang telah kehilangan nyawa di daerah kantong Palestina tersebut.

Salah satu isi perjanjian gencatan senjata adalah peningkatan jumlah pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. Pada Jumat (17/1), truk-truk yang membawa bantuan terlihat berbaris di sisi Mesir di perbatasan Rafah yang menghubungkan Gaza selatan.

Seorang pejabat Mesir mengungkapkan, delegasi militer Israel dan badan keamanan internal Shin Bet Israel tiba di Kairo pada hari yang sama untuk membahas kemungkinan pembukaan kembali perbatasan Rafah. Selama fase pertama gencatan senjata, pasukan Israel akan menarik diri dari beberapa daerah di Gaza, memungkinkan ratusan ribu warga Palestina untuk kembali ke reruntuhan rumah mereka yang ada di Gaza utara.

Rekomendasi