AS-Iran Perpanjang Gencatan Senjata 60 Hari

Pada 8-24 Juli, AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan militer.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
AS-Iran Perpanjang Gencatan Senjata 60 Hari
Pemerintah Iran mengecam keras insiden ini sebagai serangan terhadap infrastruktur sipil dan memperingatkan bahwa kerusakan tersebut akan mengganggu lalu lintas di salah satu rute komuter tersibuk di negara itu selama berbulan-bulan. Tampak dalam foto, kondisi sebuah jembatan yang terkena terkena serangan udara Amerika Serikat pada Kamis 2 April 2026 terlihat di Karaj, sebelah barat Teheran, Iran, Jumat, 3 April 2026. (AP Photo/Vahid Salemi)

Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari lagi, setelah tenggat gencatan sesuai Nota Kesepahaman Islamabad berakhir pada 17 Agustus. Demikian menurut sumber Pemerintah Pakistan.

"Kedua belah pihak telah menyampaikan persetujuan mereka kepada para mediator untuk memperpanjang batas waktu. Namun, kedua belah pihak sedang bertukar pesan untuk memutuskan jangka waktu perpanjangan tersebut," kata sumber tersebut kepada Anadolu, Rabu (12/8).

AS dan Iran menyetujui gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April lalu dan kemudian menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni untuk memulai negosiasi menuju kesepakatan akhir. 

Namun demikian, pembicaraan tersebut kemudian menemui jalan buntu akibat perbedaan pendapat mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz, salah satu rute paling strategis di dunia bagi pasokan energi dan perdagangan global.

Pada 8-24 Juli, AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan militer. AS melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran di wilayah Iran, sementara Iran membalas dengan menyerang fasilitas dan peralatan militer milik AS di beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Rekomendasi