Prabowo Lantik Arrmanatha Nasir Sebagai Menlu, Begini Prosesi dan Kiprahnya

Arrmanatha Nasir dilantik sebagai menlu menggantikan Sugiono dalam reshuffle kabinet Prabowo-Gibran. Prosesi pelantikan dan rekam jejaknya dipaparkan.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Prabowo Lantik Arrmanatha Nasir Sebagai Menlu, Begini Prosesi dan Kiprahnya
Arrmanatha Nasir dilantik sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Kamis (1/10/2026). (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

Arrmanatha Nasir resmi dilantik sebagai Menteri Luar Negeri dalam reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menggantikan Sugiono yang sebelumnya menempati kursi Menlu.

Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan pembacaan surat keputusan pemberhentian pejabat lama dan pengangkatan pejabat baru.

Usai pembacaan keputusan, Prabowo membimbing Arrmanatha dan pejabat lain yang turut dilantik untuk mengucapkan sumpah jabatan.

"Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Prabowo.

Pernyataan itu diikuti para pejabat yang dilantik.

Sebelum menjadi Menlu, Tata, panggilan akrabnya, menduduki jabatan sebagai Wamenlu RI bersama dengan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta. Rekam jejak Arrmanatha, dikutip dari Antara, mencakup lebih dari 20 tahun berkarier di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Menurut Antara, Arrmanatha menamatkan pendidikan sarjana (S1) bidang ekonomi di Universitas Buckingham, Inggris, lalu melanjutkan magister (S2) di Universitas Leicester dan Universitas Indonesia.

Sebelum bergabung dengan Kemlu RI, ia pernah bekerja di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai sekretaris kedua dan negosiator. Setelah itu, ia menjabat sebagai kepala sub Direktorat Pertanian di Direktorat Perdagangan, Industri, dan HKI.

Arrmanatha bergabung dengan Kemlu RI pada tahun 1997. Selama bertugas, ia pernah menjadi sekretaris kedua di Perutusan Tetap Indonesia untuk PBB di Jenewa, bertugas di Direktorat Jenderal Urusan Multilateral Kemlu RI, serta menjadi sekretaris pertama di Perutusan Tetap Indonesia untuk PBB di New York yang menangani isu-isu ekonomi dan pembangunan di forum Majelis Umum PBB dan ECOSOC.

Pada tahun 2019, ia kembali ke Jakarta sebagai Kepala Departemen Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kemlu RI. Ia sempat menjadi juru bicara Kemlu RI sebelum kemudian ditugaskan sebagai duta besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan UNESCO pada periode 2019–2021.

Pada 2021, Arrmanatha menerima anugerah Legion d’Honneur dari pemerintah Prancis atas kontribusinya terhadap hubungan bilateral Indonesia–Prancis di bidang politik, sosial budaya, dan ekonomi.

Selanjutnya, pada 25 Oktober 2021, ia dilantik menjadi duta besar RI untuk PBB dan Otoritas Dasar Laut Internasional.

Rekomendasi