Arkeolog Temukan Kuil Berusia 4.000 Tahun di Kuwait, Berisi Tembikar Sampai Segel dari Zaman Perunggu

Penemuan ini mengungkap praktik keagamaan masyarakat Zaman Perunggu di wilayah tersebut.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Arkeolog Temukan Kuil Berusia 4.000 Tahun di Kuwait, Berisi Tembikar Sampai Segel dari Zaman Perunggu
Penemuan kuil berusia 4.000 tahun di Kuwait. (Kedutaan Besar Denmark di Arab Saudi)

Tim arkeolog Denmark dan Kuwait menemukan kuil Zaman Perunggu berusia hampir 4.000 tahun di Pulau Failaka, Kuwait. Penemuan ini memberi pemahaman baru terkait peradaban kuno Dilmun dan ritual keagamaan masyarakat awal di wilayah tersebut, seperti dilaporkan Q8-Press.

Dewan Nasional Kebudayaan, Seni, dan Sastra mengumumkan penemuan ini. Mereka menyampaikan, penggalian dilakukan di sebuah bukit yang dikenal dengan nama "F6", berlokasi di bagian timur kompleks istana dan kuil bersejarah, yang diyakini sebagai salah satu situs paling tua peradaban Dilmun.

Dikutip dari Greek Reporter, Senin (18/11), ketua tim arkeolog Denmark, Dr Stefan Larsen menjelaskan, pihaknya menemukan jejak tembok dari mimbal kuil kecil tersebut dalam penggalian awal, yang kemungkinan berasal dari tahun 1900-1800 SM. Sementara saat penggalian tahun ini, mereka menemukan struktur kuil hampir lengkap dari Zaman Perunggu.

Kuil yang baru ditemukan ini berukuran sekitar 11 x 11 meter dan berisi sejumlah artefak seperti stempel dan tembikar, yang terkait dengan praktik keagamaan masyarakat Dilmun.

Kehidupan Spiritual

Arkeolog Temukan Kuil Berusia 4.000 Tahun di Kuwait, Berisi Tembikar Sampai Segel dari Zaman Perunggu
Artefak yang ditemukan di kuil berusia 4.000 tahun di Kuwait. Kedutaan Besar Denmark di Arab Saudi

Larsen mengatakan penemuan ini langkah penting dalam memahami kehidupan spiritual bangsa Dilmun. Penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk memperdalam pengetahuan mengenai agama dan praktik spiritual bangsa Dilmun, menghubungkan masa lalu Kuwait dengan konteks sejarah yang lebih luas.

Asisten Sekjen Sektor Kepurbakalaan dan Museum, Mohammed bin Reda menyampaikan penemuan kuil ini menekankan pentingnya Pulau Failaka sebagai pusat kebudayaan dan perdagangan kuno.

Reda mengatakan Dewan Nasional Kebudayaan, Seni, dan Sastra berkomitmen untuk mendukung misi arkeologi untuk melestarikan warisan Kuwait. Dewan tersebut juga fokus melindungi situs-situs arkeologi di wilayah tersebut.

Rekomendasi