Presiden Korsel Diancam Dibunuh dengan Pistol, Polisi Buru Pelaku

Ancaman itu diunggah di sebuah laman komunitas daring.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Presiden Korsel Diancam Dibunuh dengan Pistol, Polisi Buru Pelaku
yoon suk yeol. ©Reuters

Polisi Korea Selatan kini tengah melacak tersangka yang mengunggah ancaman teror secara daring kepada Presiden Yoon Suk-yeol.

Dilansir dari The Straits Times, Selasa (11/4), ancaman teror tersebut berisi ujaran yang "cukup konservatif". Ancaman itu diunggah di sebuah laman komunitas daring.

Polisi mencatat laporan darurat untuk ancaman itu pada Minggu (9/04) malam.

Tersangka yang belum diketahui namanya mengunggah ancaman tersebut pada Minggu pukul 22.22 waktu setempat.

Selain ancaman, ada pula unggahan foto pistol. Sayang, nomor registrasinya tidak terlihat.

Beli dengan crypto

Tersangka yang diidentifikasi sebagai laki-laki ini menulis kalimat ancaman hendak membunuh Presiden Yoon Suk-yeol dengan menggunakan pistol.

"Saya membeli pistol dengan cryptocurrency dan akhir menerimanya. Presiden telah menghancurkan negara dan saya akan menyelamatkan negara dengan membunuh presiden," tulis tersangka tersebut dalam ancamannya.

Ancaman tersebut dihapus beberapa jam kemudian. Namun, Kepolisian Korea Selatan menganggap unggahan ancaman ini sebagai kasus "serius".

Unit Investigasi Kejahatan Dunia Maya Kepolisian Nasional Korea sedang berusaha melacak alamat IP pengirim dan mengidentifikasi tersangka.

Korea Selatan memang memiliki sejarah mengenai pemimpinnya yang menghadapi ancaman pembunuhan.

Presiden ketiga Negara Ginseng ini, Park Chung-hee ditembak mati pada 1979 saat makan malam di sebuah rumah persembunyian di dalam kompleks kediaman presiden.

Ancaman pembunuhan juga dialami oleh petinggi negara lain. Di Jepang, mantan perdana menteri Shinzo Abe juga terbunuh pada 2022 akibat tembakan jarak dekat saat dia berbicara di depan umum saat kampanye politik.

Reporter magang: Yobel Nathania

Rekomendasi