Pangeran Harry mengakui dirinya membunuh 25 orang militan Taliban di Afghanistan ketika dia menjadi pilot helikopter Apache. Kabar itu dikutip media Inggris mengutip dari buku autobiografi yang akan diterbitkan.
Suami dari Meghan Markle itu akan merilis buku autobiografinya berjudul Spare pekan depan. Di dalam buku itu dia mengungkap dirinya menjalankan enam misi di Afghanistan yang membuat dia harus "menghilangkan nyawa orang". Demikian dilaporkan Daily Telegraph, seperti dilansir laman Aljazeera, Jumat (6/1).
"Angkanya 25. Itu bukan angka yang membuat saya puas tapi juga tidak memalukan," tulis Harry.
Kamera video yang dipasang di moncong helikopternya membuat dia bisa memantau misi yang tengah dia jalankan dan mengetahui berapa banyak orang yang dia bunuh.
Harry mengatakan tindakan yang dilakukannya itu dibenarkan karena peristiwa serangan 9 September atau 9/11 di Amerika Serikat dan setelah pertemuannya dengan keluarga korban 9/11.
Dia mengatakan mereka yang melakukan serangan 9/11 itu dan semua yang bersimpati adalah musuh kemanusiaan dan melawan mereka adalah tindakan pembalasan atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang mereka lakukan.