Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), George W Bush salah sebut 'mengakui' invasi AS di Irak itu "brutal" dan "tidak dapat dibenarkan". Tak lama kemudian, dia meralat ucapannya, mengatakan yang dia maksud adalah invasi Rusia di Ukraina.
Insiden salah sebut ini terjadi saat Bush berpidato di sebuah acara di Dallas pada Rabu, ketika dia mengkritik sistem politik Rusia.
"Hasil dari tidak adanya check and balance di Rusia, dan keputusan satu orang untuk meluncurkan invasi di Irak yang sepenuhnya tidak dapat dibenarkan dan brutal," cetus Bush, sebelum meralat perkataannya dan menggelengkan kepala.
"Maksud saya, Ukraina," lanjutnya, dikutip dari Reuters, Kamis (19/5).
Dia lalu berseloroh mengatakan dia salah sebut karena umurnya yang sudah tua. Tawa para tamu yang hadir pun pecah.
Pada 2003, saat Bush menjabat presiden, AS memimpin invasi ke Irak dengan dalih negara yang dipimpin Saddam Hussein itu memiliki senjata pemusnah massal yang tidak pernah ditemukan. Konflik panjang itu menewaskan ratusan ribu orang dan menelantarkan jutaan lainnya.
Insiden salah sebut Bush ini dengan cepat viral di media sosial. Di Twitter, videonya yang diunggah reporter Dallas News ditonton 3 juta kali.
Dalam pidatonya, Bush juga membandingkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dengan pemimpin Inggris di masa perang, Winston Churchill. Dia juga mengecam Presiden Rusia Vladimir Putin karena meluncurkan invasi di Ukraina pada 24 Februari lalu.
Video insiden Bush salah sebut:
Speaking in Dallas this afternoon, former President George. W Bush made a significant verbal slip-up while discussing the war in Ukraine.
He tried referencing what he described as the “wholly unjustified and brutal invasion” — but said Iraq, instead of Ukraine. pic.twitter.com/tw0VNJzKmE
— Michael Williams (@michaeldamianw) May 19, 2022