Malaysia Beli 15.000 Paket Pil Antivirus Covid-19 dari Merck & Co

Molnupiravir, yang akan menjadi obat antivirus oral pertama untuk COVID-19 jika mendapat persetujuan dari badan pengawas obat, dapat mengurangi separuh kemungkinan kematian atau rawat inap di rumah sakit bagi mereka yang paling berisiko tertular Covid-19 yang parah, menurut data klinis.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Malaysia Beli 15.000 Paket Pil Antivirus Covid-19 dari Merck & Co
molnupiravir. ©Twitter

Kementerian Kesehatan Malaysia hari ini mengatakan mereka sudah sepakat dengan pembuat obat asal Amerika Serikat Merck & Co untuk membeli 150.000 pil anticovid-19 Molnupiravir. Sejumlah negara Asia lainnya kini bergegas mengamankan pasokan pil anticovid-19 itu.

Molnupiravir, yang akan menjadi obat antivirus oral pertama untuk COVID-19 jika mendapat persetujuan dari badan pengawas obat, dapat mengurangi separuh kemungkinan kematian atau rawat inap di rumah sakit bagi mereka yang paling berisiko tertular Covid-19 yang parah, menurut data klinis.

Data ini memicu permintaan besar untuk obat di Asia, dengan, Singapura dan Australia mengumumkan kesepakatan serupa untuk membeli pil Merck pekan ini. Taiwan dan Thailand juga sedang dalam pembicaraan untuk membelinya.

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan pemerintah menandatangani surat perjanjian untuk pembelian pada Kamis.

"Keputusan ini dibuat saat kami bersiap untuk transisi ke fase endemik, di mana kami dapat hidup berdampingan dengan virus dengan menambahkan perawatan inovatif baru sebagai 'senjata' untuk melawan Covid-19, selain vaksinasi dan tindakan kesehatan masyarakat lainnya," jelas Khairy dalam sebuah pernyataan.

Malaysia sejauh ini mencatat hampir 2,3 juta kasus Covid-19, tertinggi ketiga di Asia Tenggara, tetapi secara bertahap mencabut pembatasan pergerakan dalam beberapa pekan terakhir karena jumlah kasus baru menurun di tengah program vaksinasi yang ditingkatkan.

Sekitar 64 persen dari 32 juta penduduk Malaysia sekarang sudah divaksinasi lengkap, termasuk 88 persen orang dewasa.

Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma

Rekomendasi