Molnupiravir
-
Ekonomi •Kimia Farma Resmi Dapat Sublisensi dari MPP untuk Obat MolnupiravirCorporate Secretary Kimia Farma, Ganti Winarno P mengatakan, kerja sama sub-lisensi dengan MPP adalah suatu terobosan untuk emiten berkode saham KAEF itu sebagai pelaku industri farmasi di Indonesia.
-
News •400 Ribu Tablet Molnupiravir Sudah Tiba di IndonesiaSebelumnya, Budi mengatakan obat Molnupiravir diperuntukkan bagi pasien Covid-19 kategori ringan. Obat ini bisa mengurangi risiko keparahan penyakit.
-
Dunia •India Izinkan Pil Molnupiravir dan Dua Vaksin Covid-19 Buatan Dalam NegeriNegara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu sebelumnya mengatakan akan mengizinkan suntikan booster bagi sebagian penduduknya karena sejumlah negara bagian melaporkan kenaikan kasus Omicron.
-
Dunia •Inggris Mulai Uji Pil Covid-19 Molnupiravir Bulan IniPekan lalu Inggris menjadi negara pertama yang mengizinkan obat COVID-19 itu, yang dikembangkan oleh perusahaan AS Merck & Co Inc dan Ridgeback Biotherapeutics.
-
Dunia •Inggris Jadi Negara Pertama di Dunia Setujui Penggunaan Pil Covid Buatan MerckPersetujuan molnupiravir yang cepat di Inggris dilakukan ketika negara itu sedang berjuang menaklukkan lonjakan infeksi.
-
Dunia •Yayasan Bill Gates Sumbang Rp1,6 Triliun untuk Beli Pil Covid Bagi Negara MiskinBill and Melinda Gates Foundation mengumumkan pada Rabu, pihaknya akan berusaha mempercepat pengadaan pil Covid-19 atau disebut obat anti virus molnupiravir, untuk negara-negara miskin.
-
Dunia •Merc & Co Ajukan Izin Penggunaan Darurat Pil Covid-19 Molnupiravir di ASMolnupiravir mampu mengurangi separuh risiko kematian atau rawat inap bagi orang-orang yang paling berisiko mengalami penyakit COVID-19 parah, menurut Merck.
-
Dunia •Malaysia Beli 15.000 Paket Pil Antivirus Covid-19 dari Merck & CoMolnupiravir, yang akan menjadi obat antivirus oral pertama untuk COVID-19 jika mendapat persetujuan dari badan pengawas obat, dapat mengurangi separuh kemungkinan kematian atau rawat inap di rumah sakit bagi mereka yang paling berisiko tertular Covid-19 yang parah, menurut data klinis.