Pada Minggu (22/8), Taliban menyampaikan ratusan pejuang mereka menuju Lembah Panjshir, salah satu dari beberapa wilayah Afghanistan yang belum direbut kelompok tersebut.
“Ratusan mujahidin Emirat Islam menuju negara bagian Panjshir untuk menguasainya, setelah pejabat setempat menolak menyerahkannya secara damai,” jelas Taliban di akun Twitter berbahasa Arabnya, dikutip dari Al Arabiya, Senin (23/8).
Provinsi itu merupakan benteng pejuang Aliansi Utara yang bergabung dengan pasukan Amerika Serikat untuk menyingkirkan Taliban dari kekuasaan pada 2001 dan Ahmad Massoud, putra komandan Aliansi Utara yang dibunuh sebelum serangan 9/11, muncul dalam video-video dari wilayah tersebut.
Tapi tampaknya tidak mungkin ribuan pasukan gerlyawan itu akan segera berhasil mengatasi Taliban di mana pasukan keamanan nasional Afghanistan juga gagal walaupun dengan bantuan dan pelatihan Barat selama 20 tahun.
“Jika panglima perang Taliban meluncurkan serangan, mereka tentu akan menghadapi perlawanan sengit dari kami,” kata Massoud kepada Al Arabiya.
Tapi dia juga mengatakan pihaknya terbuka untuk berdialog dengan Taliban.