Penasihat medis Gedung Putih Dr Anthony Fauci memperingatkan varian virus corona baru yang lebih berbahaya bisa muncul di Amerika Serikat seiring kasus harian yang mendekati 100.000, jauh melebihi angka di musim panas lalu ketika vaksin belum ada.
Dilansir dari laman CNBC, Kamis (5/8), dalam wawancara Rabu lalu Fauci mengatakan AS bisa berada dalam bahaya jika varian baru mengambil alih keberadaan varian Delta yang memiliki kandungan virus 1.000 kali lebih banyak ketimbang virus corona varian asalnya.
Sejauh ini varian Delta sudah merepotkan penanganan pandemi di AS karena terbukti bisa menulari orang yang sudah divaksin. Moderna kemarin memperingatkan penularan baru Covid-19 akan semakin sering terjadi karena varian Delta terus menyebar.
Namun vaksin masih memberikan perlindungan terhadap kondisi parah dan kematian akibat Covid-19 dan penyebaran saat ini terbanyak terjadi pada orang yang belum divaksin. Moderna, misalnya, kemarin mengatakan dosis penguat atau dosis ketiga vaksin mereka memberikan respons imun yang kuat terhadap varian Delta.
"Jika varian baru muncul lagi dengan kemampuan penularan yang tinggi dan lebih parah maka kita benar-benar dalam bahaya," kata Fauci. "Orang yang tidak mau divaksin berpikir bahwa ini hanya jadi masalah bagi mereka. Tapi tidak seperti itu. Ini jadi masalah bagi semua orang juga."
AS melaporkan kasus Covid-19 hampir 94.000 dalam rata-rata tujuh hari terakhir hingga dua hari lalu, naik 48 persen dari sepekan lalu, menurut data dari Universitas John Hopkins. Bahkan pada Senin dan Selasa lalu kasus harian sudah melebihi 100.000.
Fauci memperkirakan total kasus bisa mencapai 100.000 hingga 200.000 per hari karena penyebaran varian Delta.