Malam itu, Sabtu 8 Mei lalu masih di bulan suci Ramadan, warga Palestina berdemo memprotes keputusan pengadilan yang mengharuskan mereka terusir dari rumah mereka karena kalah dalam gugatan hukum dari para pemukim Yahudi.
Aparat Israel, polisi, dan tentara, menindak keras para demonstran Palestina, termasuk seorang gadis Palestina yang berusaha membela saudaranya yang terusir dari rumah mereka.
Dalam sebuah cuplikan video yang beredar luas di media sosial, Mariam al Afifi, nama gadis Palestina itu, diseret di jalan, jilbabnya ditarik, dan dipukuli oleh seorang aparat Israel bersenjata. Tangannya kemudian diborgol di belakang punggung.
Selain menjadi aktivis, Mariam rupanya dikenal sebagai musisi. Dia adalah pemain bass di kelompok Orkestra Pemuda Palestina.
Jurnalis CNN Abir Salman kemudian merekam video ketika Mariam sedang duduk di tanah di samping mobil aparat Israel. Dia sedang dijaga oleh seorang tentara Israel sementara aparat menindak demonstran yang lain.
"Apa salah saya? Karena membela gadis kecil yang dipukuli? Karena itu saya ditangkap? Membela orang yang akan diusir dari rumah mereka?" tanya Mariam kepada tentara Israel yang menjaganya. Yang ditanya hanya diam saja.
"Bagaimana perasaan Anda? Saya tahu Anda hanya manusia biasa dan mungkin Anda juga punya keluarga, punya anak. Anda mau anak Anda tumbuh dewasa untuk membela pihak yang salah? Membela para penindas?"
"Apa ini yang Anda inginkan sewaktu masih muda, sewaktu masih kecil? Berada di pihak yang salah? Apa ini yang Anda mau?
Sewaktu Anda masih kecil, punya impian besar, apakah ini yang Anda inginkan? Berada di pihak yang salah?
Video rentetan pertanyaan berani Mariam itu kemudian beredar luas di media sosial.
Sejumlah keluarga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem, menghadapi kemungkinan harus meninggalkan rumah mereka pada 1 Agustus nanti. Pada saat itu Israel akan mengusir mereka setelah gugatan hukum yang berlangsung selama beberapa dasawarsa membuat mereka kalah di pengadilan dari para pemukim Yahudi.
Kelompok pembela hak asasi manusia menyebut kasus ini juga menjadi bukti kebijakan diskriminatif yang bertujuan mengusir semua orang Palestina dari Yerusalem untuk membuat warga Yahudi menjadi mayoritas. Kelompok pembela HAM di Israel B'Tselem dan Human Right Watch yang bermarkas di New York menyebut kebijakan semacam ini sebagai contoh dari perlakuan rezim apartheid.
Berikut video viral ketika Mariam mengajukan pertanyaan-pertanyaan berani ke tentara Israel itu:
Advertisement
This Palestinian woman, Mariam Alafifi, was dragged by her hijab, beaten, & arrested by Israeli forces. She was defending Palestinian families in the Sheikh Jarrah neighborhood of Jerusalem, who are facing forced eviction by illegal Israeli settlers who want to steal their homes. pic.twitter.com/ScwY90BESI
— IMEU (@theIMEU) May 9, 2021