Polisi di China menangkap seorang narablog atau blogger karena mengomentari tentara China yang tewas dalam bentrokan di perbatasan Himalaya dengan tentara India tahun lalu.
Pihak berwenang mengatakan, pria 38 tahun tersebut “memutarbalikkan fakta dengan jahatnya” terkait konflik tersebut. Dia adalah salah satu dari sedikitnya tujuh orang yang ditangkap China karena membuat komentar tak patut terkait insiden tersebut.
Insiden bentrokan, yang terjadi pada Juni tahun lalu, adalah bentrokan mematikan pertama yang terjadi di perbatasan yang disengketakan itu dalam 45 tahun.
UU yang disahkan China pada 2018 melarang warganya meremehkan pahlawan dan martir.
Namun menurut sebuah kolom yang terbit di China Daily, seseorang hanya bisa dipidana menggunakan UU itu di bawah amandemen UU Pidana China, yang mulai berlaku bulan depan.
Seseorang yang didakwa dengan UU ini bisa dihukum penjara sampai tiga tahun.
“Jika (Qiu) melakukan pelanggaran itu sepuluh hari kemudian, dia akan menjadi orang pertama yang dihukum oleh undang-undang ini. Sayang sekali,” tulis kolumnis China Daily, dikutip dari BBC, Rabu (24/2).
Menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan Badan Keamanan Publik Nanjing, pria yang ditangkap tersebut memiliki nama keluarga Qiu, ditangkap pada 19 Februari.
Narablog itu memiliki 2,5 juta pengikut di Weibo, media sosial Twitter versi China. BBC tak bisa memverifikasi akunnya karena telah dihapus.
Pekan lalu, Weibo mengumumkan akun Qiu diblokir selama setahun.
Pria tersebut mengakui “telah bertindak ilegal untuk mendapatkan perhatian warganet, memutarbalikkan fakta di Weibo dan memfitnah serta merendahkan para pahlawan yang menjaga perbatasan.”
Sejak itu dia ditahan karena "memicu pertengkaran dan memprovokasi masalah" - tuduhan yang biasa digunakan terhadap para kritikus. Tuduhan yang sama digunakan beberapa orang lainnya yang juga ditangkap karena pernyataan mereka atas insiden yang sama - namun apa yang sebenarnya mereka katakan belum terungkap.
Advertisement
Pekan lalu China mengungkapkan untuk pertama kalinya empat tentaranya tewas dalam bentrokan dengan tentara India di Lembah Galwan di wilayah Ladakh, India.
Sebelumnya, India menyampaikan 20 tentaranya tewas dalam bentrokan tahun lalu, sementara Beijing mengakui ada kematian tapi tak mengungkapkan rinciannya.
Media militer China, PLA Daily menyebutkan empat tentara yang tewas tersebut yaitu Chen Hongjun, Chen Xiangrong, Xiao Siyuan, dan Wang Zhuoran. Keempatnya diberikan penghargaan anumerta.
Pada Januari lalu, dua tentara angkatan darat bentrok di sepanjang perbatasan di negara bagian India Timur, Sikkim, membuat tentara dari kedua belah pihak terluka.