Larangan penggunaan sedotan plastik, pengaduk, dan pengorek kuping plastik sekali pakai mulai berlaku di Inggris.
Dikutip dari laman BBC News, Kamis, (1/10), masyarakat di Inggris menggunakan sekitar 4,7 miliar sedotan plastik, 316 juta pengaduk plastik, dan 1,8 miliar pengorek kuping bertangkai plastik dalam setiap tahun.
Namun pengecualian akan dilakukan di rumah sakit, bar, dan restoran yang menyediakan sedotan plastik kepada penyandang disabilitas atau kondisi medis yang membutuhkannya.
Menteri Lingkungan George Eustice mengatakan pemerintah “berkomitmen kuat” untuk mengatasi “kerusakan” lingkungan yang disebabkan oleh plastik sekali pakai.
Dia juga mengatakan pemerintah sedang membangun rencana untuk mendorong daur ulang wadah minuman sekali pakai.
Advertisement
Sion Elis Williams, dari Friends of the Earth juga mengatakan para menteri “harus berbuat lebih banyak untuk menghilangkan budaya sering membuang dengan memaksa beralih dari semua bahan sekali pakai, demi alternatif yang dapat digunakan kembali”.
Para pegiat lingkungan menyambut baik langkah itu, tetapi menyebut barang-barang tersebut hanya merupakan “sebagian kecil” dari sampah plastik yang mengotori lingkungan.
Negara-negara seperti Irlandia dan Prancis juga telah menunjukkan ambisi yang jauh lebih besar dengan target pada skema pengemasan yang dapat digunakan kembali.
Reporter Magang: Galya Nge