Baru 3 Bulan Pimpin Polda Sumbar, Djati Wiyoto Abadhy Kembali Dimutasi

Mutasi Kapolda Sumbar tertuang dalam ST/2205/X/KEP/2026 terbit 2 Oktober 2026.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Baru 3 Bulan Pimpin Polda Sumbar, Djati Wiyoto Abadhy Kembali Dimutasi
Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy saat meninjau banjir bandang Solok (Foto: Dok Antara)

Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy dimutasi dari jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat. Posisinya digantikan Irjen Pol Jawari. Mutasi Kapolda Sumbar ini terjadi saat masa jabatannya baru sekitar tiga bulan.

Perubahan jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dalam keputusan itu, Djati mendapat penugasan sebagai perwira tinggi Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri dengan penugasan khusus pada Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), menurut Antara.

"Memang benar ada penggantian berdasarkan Surat Telegram Kapolri terbaru," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosy, dikutip Antara, Minggu (4/10/2026).

Tolak Berspekulasi soal Mutasi

Menanggapi singkatnya masa jabatan Djati Wiyoto Abadhy, ia menjelaskan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk memenuhi kebutuhan institusi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Sebelum memimpin Polda Sumbar, Djati pernah menjabat Kapolda Kalimantan Utara.

Ia menegaskan mutasi tersebut tidak berkaitan dengan persoalan tertentu di lingkungan kepolisian dan meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai alasan pergantian pimpinan Polda Sumbar.

Menurut dia, meski hanya sekitar tiga bulan menjabat, Djati telah menjalankan program penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sumatera Barat.

Sejumlah upaya yang dilakukan antara lain pemberantasan aktivitas pertambangan ilegal, pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, serta penindakan terhadap peredaran narkoba.

Selain itu, ia menyebut peningkatan penanganan dan mitigasi bencana juga mendapat perhatian, termasuk turun langsung memimpin penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok pada 21 September lalu.

Ia menyatakan dalam penanganan bencana tersebut, Djati mengawal langsung upaya personel Polri di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak.

Rekomendasi