Gempa bumi berkekuatan M6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lindu ini menjadi yang terbesar dalam sepekan terakhir.
Guncangan terjadi sekitar pukul 06.55 WITA dengan pusat gempa sekitar 14 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada koordinat 9,70 Lintang Selatan dan 118,92 Bujur Timur.
"Gempa dirasakan Magnitudo: 6,1 pada Minggu, 04 Oktober 2026 05:55:52 WIB," tulis BMKG.
Hasil analisis pemutakhiran BMKG menetapkan magnitudo M5,9 pada kedalaman 30 kilometer. Pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Dampak dirasakan warga di sejumlah titik. Di Desa Pero Konda, Kecamatan Kodi, beberapa bagian rumah dilaporkan runtuh dengan kerusakan paling umum pada area teras. Kerusakan serupa terjadi di Desa Waikaninyo, Kecamatan Kodi Bangedo, mulai dari retak hingga teras depan runtuh.
"Soal jumlah belum bisa kami pastikan karena masih dilakukan pendataan," ungkapnya saat dihubungi wartawan.
Advertisement
Pendataan Kerusakan Pasca Gempa
Kepala Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Fransiskus Umbu Gete, menyebut guncangan M6,1 meluluhlantakkan 10 rumah warga di wilayahnya. Kerusakan itu tersebar di dua dusun, yakni Dusun II dan Dusun IV.
"Tidak ada korban jiwa di desa saya, hanya ada 10 rumah yang rusak berat," ujarnya, Minggu, 4 September 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Sumba Barat Daya, Stefanus Malo, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data kerusakan rumah maupun fasilitas umum pascagempa.
"Saat ini kami sedang melakukan pendataan. Nanti saya kabari lagi," katanya singkat.