Keluarga Korban Penembakan Polisi AS Rayshard Brooks Tuntut Keadilan

Di tengah meningkatnya kemarahan, mantan istri Brooks meminta agar unjuk rasa tetap damai demi menjaga nama suaminya.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Keluarga Korban Penembakan Polisi AS Rayshard Brooks Tuntut Keadilan
keluarga rasyshard brooks. ©chronicle.ng

Keluarga seorang pria Afrika-Amerika yang meninggal setelah ditembak dari belakang oleh seorang petugas polisi di negara bagian Georgia, AS, menuntut keadilan.

Rayshard Brooks ditembak mati ketika melarikan diri dari dua petugas polisi setelah baku hantam dengan mereka di tempat parkir mobil restoran Wendy di Atlanta akhir pekan lalu.

Pada Minggu, pemeriksa medis setempat menyatakan kematiannya sebagai pembunuhan.

"Kepercayaan kami pada kepolisian hancur," kata keponakannya, Tiara Brooks saat jumpa pers, dikutip dari BBC, Selasa (16/6).

"Satu-satunya cara untuk menyembuhkan sebagian dari luka-luka ini adalah melalui keyakinan dan perubahan drastis di kepolisian."

Di tengah meningkatnya kemarahan, mantan istri Brooks meminta agar unjuk rasa tetap damai demi menjaga nama suaminya.

Kematian Brooks terjadi di tengah menguatnya unjuk rasa menentang rasisme, yang awalnya dipicu oleh kematian seorang pria kulit hitam lainnya, George Floyd, yang tewas setelah ditindih petugas kepolisian Minneapolis selama hampir 9 menit.

Pada Senin pagi, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di Atlanta, menyerukan reformasi peradilan pidana dan menuntut keadilan bagi Brooks.

Sosok Penyayang

Dalam konferensi pers pada Senin kemarin, keluarga Brooks menyebutnya sebagai sosok "suami yang penyayang dan saudara laki-laki yang peduli", dan ayah tiga anak perempuan yang penuh kasih sayang. Salah satu putrinya, Blessing, mengadakan pesta ulang tahun ke-8 tahun pada hari ayahnya dibunuh.

"Dia kocak, memiliki senyum lebar dan hati yang paling ceria," kata keponakannya, Chastity Evans, yang mengecam kematian pamannya "ditembak dan dibunuh seperti sampah karena tertidur di drive-thru".

Pada Minggu malam, lebih dari 100 orang turun ke jalan saat hujan menuju lokasi penembakan untuk sebuah protes damai setelah kematian Brooks.
Sehari sebelumnya, restoran drive-thru Wendy yang menjadi TKP dibakar.

Kepada media, mantan istri Brooks, Tomika Miller berterima kasih kepada para pengunjuk rasa atas dukungannya, dan meminta mereka tetap beraksi secara damai.

"Jika kalian bisa tetap menjaganya sebagai unjuk rasa damai, itu akan luar biasa," ujarnya.

Miller mengatakan, dia dan suaminya juga mengikuti unjuk rasa yang dipicu kematian George Floyd.

"Saya selalu bilang, 'sayang, saya enggak mau itu terjadi padamu'," ujarnya.

Detail Penembakan

Biro Investigasi Georgia (GBI) mengatakan para petugas dipanggil ke restoran cepat saji Wendy karena Brooks tertidur di dalam mobilnya, yang menghalangi jalur drive-thru.

Rekaman kamera yang dirilis oleh departemen kepolisian menunjukkan dua petugas melakukan tes ketenangan, atas seizin Brooks.

Kedua petugas kemudian mencoba untuk memborgolnya, dan video kamera keamanan menunjukkan petugas polisi bergelut dengan Brooks di tanah. Pada konferensi pers Senin, pengacara Brooks menduga kliennya takut diborgol, setelah apa yang menimpa George Floyd.

Dia kemudian meraih Taser (pistol setrum listrik) milik petugas, memukul salah satu dari mereka dan melepaskan diri dari petugas, kemudian melarikan diri. Saat dikejar, Brooks terlihat berbalik dan mengarahkan Taser sebelum terus berlari dan ditembak.

Menurut pemeriksa medis Fulton County, kematian Rayshard Brooks adalah "pembunuhan". Dia menderita dua tembakan di punggung yang menyebabkan cedera organ dan kehilangan darah.

Kepala polisi Atlanta sejak saat itu mengundurkan diri, dan petugas polisi yang dicurigai menembak Brooks telah dipecat

Pengacara Distrik Fulton, Paul Howard mengatakan kepada CNN, tiga dakwaan dapat diterapkan terhadap petugas polisi yang dipecat, Garrett Rolfe: pembunuhan, kejahatan pembunuhan dan penyerangan.

Rekomendasi