DPR AS Batasi Trump Gunakan Kekuatan Militer Serang Iran Tanpa Persetujuan Kongres

DPR Amerika Serikat (AS) pada Kamis menyelenggarakan pemungutan suara untuk menyetujui sebuah solusi bertujuan untuk membatasi kemampuan Presiden Donald Trump untuk menggunakan kekuatan militer terhadap Iran tanpa persetujuan kongres.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
DPR AS Batasi Trump Gunakan Kekuatan Militer Serang Iran Tanpa Persetujuan Kongres
Trump kunjungi pasukan as di irak. ©AP/Andrew Harnik

DPR Amerika Serikat (AS) pada Kamis menyelenggarakan pemungutan suara untuk menyetujui sebuah solusi bertujuan untuk membatasi kemampuan Presiden Donald Trump untuk menggunakan kekuatan militer terhadap Iran tanpa persetujuan kongres, di tengah memanasnya tensi dengan Iran.

Hasil pemungutan suara yaitu 224 anggota setuju dan 194 menolak. Anggota DPR Republik; Matt Gaetz, Thomas Massie, dan Francis Rooney melanggar garis partainya dan setuju atas resolusi tersebut. Sementara anggota dari Demokrat yaitu Max Rose, Ben McAdams, Anthony Brindisi, Joe Cunningham, Elaine Luria, Josh Gottheimer, Kendra Horn, dan Stephanie Murphy menolak resolusi tersebut.

Resolusi tersebut disetujui di tingkat DPR dan akan dibawa ke tingkat Senat.

Anggota DPR dari Demokrat, Elissa Slotkin, yang juga mantan analis CIA dan pejabat senior Departemen Pertahanan adalah pendukung resolusi tersebut. Dia menyerukan Presiden Donald Trump untuk mengakhiri pelibatan pasukan khusus AS dalam permusuhan atau terhadap Iran, kecuali Kongres menyatakan perang atau memberlakukan "otorisasi undang-undang khusus" untuk penggunaan pasukan bersenjata.

Satu pengecualian tambahan yang dijabarkan dalam resolusi tersebut adalah jika penggunaan pasukan bersenjata "diperlukan dan sesuai untuk mempertahankan diri dari serangan bersenjata yang akan segera terjadi terhadap Amerika Serikat." Demikian dikutip dari CNN, Jumat (10/1).

Pemungutan suara tersebut dilakukan sehari setelah Presiden Trump memberi sinyal menurunkan ketegangan dengan Iran.

"Iran tampaknya mengundurkan diri," ujarnya, setelah Iran membalas pembunuhan Qassim Sulaimani dengan menyerang pangkalan pasukan AS di Irak.

Terlepas dari upaya penurunan eskalasi, Demokrat terus menyatakan kekhawatiran atas serangan dan pembenaran pemerintah dalam mengambil tindakan.

Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu bahwa "anggota Kongres memiliki keprihatinan serius dan mendesak tentang keputusan pemerintah untuk terlibat dalam permusuhan terhadap Iran dan tentang kurangnya strategi ke depan". Pelosi juga mengumumkan bahwa DPR akan bergerak maju dengan pemungutan suara resolusi perang.

Resolusi DPR menyatakan"ketika kekuatan militer Amerika Serikat, rakyat Amerika dan anggota Angkatan Bersenjata Amerika Serikat layak mendapatkan penjelasan yang kredibel mengenai penggunaan kekuatan militer semacam itu."

Selain itu juga menyatakan bahwa "Kongres belum mengizinkan Presiden Trump untuk menggunakan kekuatan militer melawan Iran."

Rekomendasi