Empat pesawat tempur dari empat negara kemarin terlibat dalam konfrontasi di kawasan sebuah pulau sengketa di lepas pantai Korea Selatan dan Jepang.
Militer Korea Selatan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan mereka melepaskan lebih dari 300 tembakan peringatan kepada pesawat Rusia A-50 pada pagi hari setelah mengetahui pesawat itu melanggar wilayah udara mereka. Insiden semacam ini baru terjadi di antara kedua negara.
Dilansir dari laman CNN, Rabu (24/7), Moskow kemudian membantah klaim dari Korea Selatan itu dengan mengatakan jet militer Korsel mencegat dua pesawat pengebomnya ketika mereka sedang mengudara di atas perairan netral.
Namun dalam pernyataan pada Selasa sore, Kementerian Pertahanan Jepang mendukung klaim Korea Selatan yang mengatakan A-50 terbang di atas pulau sengketa dan Tokyo sudah mengerahkan jet tempurnya untuk mencegat.
Yang kemudian lebih pelik, baik Korsel dan Jepang mengatakan ada dua jet tempur pengebom China H-6 sedang bersama pesawat Rusia dalam insiden itu.
Konfrontasi di antara empat negara itu terjadi di kawasan pulau di Laut Timur aau disebut juga Laut Jepang pada Selasa pagi.
Dua pulau kecil itu bagi orang Korea bernama Dokdo dan bagi orang Jepang bernama Takeshima. Kedua negara mengklaim pulau itu.
Apa yang memicu terjadinya insiden itu di daerah pulau tersebut masih belum jelas, namun para pengamat menilai operasi itu dirancang oleh Rusia untuk menarik jet tempur Korsel dan Jepang untuk menggali informasi intelijen.
"Misi ini akan memberi mereka gambaran menyeluruh dari peta sistem pertahanan udara Korea Selatan," kata Peter Layton, bekas pilot Kerajaan Inggris dan pengamat di Institut Griffith Asia.
Korea Selatan mengatakan insiden ini muncul saat latihan militer bersama antara Rusia dan China.
Menurut Korsel, dua pesawat pengebom China H-6 melintasi Zona Identifikasi Pertahanan Udara Seoul (KADIZ) mulai pukul 06.44 kemudian bergabung dengan dua jet pengebom Rusia Tu-95.
Keempat pesawat itu kemudian memasuki zona KADIZ bersama pukul 08.40 dan masih bersama di sana selama 24 menit.
Wilayah udara adalah kawasan sepanjang 12 nautical mil dari perbatasan suatu negara. Kawasan ADIZ adalah wilayah tempat pesawat asing bisa diminta memberikan identitas, lokasi, dan tujuan tapi tidak secara otomatis punya hak untuk menyerang di bawah hukum internasional.
Wilayah udara Korsel ditetapkan pada 1950 dan belakangan baru disesuaikan oleh Seoul pada 2013.
Setelah melintasi KADIZ, Seoul mengatakan pesawat Rusia A-50 itu terbang di atas pulau sengketa pukul 09.09 waktu setempat dan kembali lagi pukul 09.33.
Sebagai balasan Korsel kemudian mengerahkan jet tempur F-15F dan KF-16 kemudian melepaskan 360 tembakan peringatan kepada pesawat Rusia. Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan mereka menembak dengan peluru 20 milimeter.
Militer Korsel menuturkan mereka sudah menyampaikan 30 kali peringatan tapi jet Rusia itu tidak merespons. Pesawat A-50 Rusia adalah jet tanpa senjata yang memiliki spesifikasi untuk melacak dan mengamati.
Dalam pernyataan Selasa sore, Kementerian Pertahanan Rusia membenarkan pesawat mereka sedang menggelar patroli gabungan dengan jet tempur China.
Dikatakan juga, patroli itu 'dilakukan untuk mempererat dan memperluas hubungan Rusia-China' dan 'bukan menyasar negara ketiga'.
Kementerian Pertahanan juga membantah keras klaim Korsel dan menuding pilot jet Korsel bertindak ceroboh.
"Mereka membuat manuver tidak profesional dengan melintasi jalur terbang pesawat Rusia dan mengancam keselamatannya," kata pernyataan kementerian.