Anak perempuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ivanka Trump disebut akan ikut terlibat membantu pemerintahan Trump dalam menyeleksi kandidat pimpinan Bank Dunia. Demikian disampaikan pejabat Gedung Putih pada Minggu (13/1).
Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim karena prosesnya tidak terbuka, menampik laporan di Financial Times yang melambungkan nama Ivanka sebagai kandidat potensial. Masuknya nama Ivanka ini juga ditulis media lainnya selama akhir pekan kemarin.
Pejabat ini juga menyebut Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney telah meminta Ivanka Trump untuk membantu proses seleksi nominasi kandidat AS untuk pimpinan Bank Dunia. "Karena dia (Ivanka Trump) telah menjalin kerjasama dengan pimpinan Bank Dunia selama dua tahun terakhir," kata pejabat itu seperti dilansir Reuters, Selasa (15/1).
"Pemberitaan yang menyebut dia (Ivanka) dalam pertimbangan (kandidat) itu salah," tambahnya.
Juru Bicara Kementerian Keuangan AS belum bisa dimintai tanggapannya atas berita ini.
Ivanka Trump bekerja sama dengan Bank Dunia dan Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim selama dua tahun terakhir. Mereka bersama-sama meluncurkan dana kewirausahaan untuk perempuan senilai U$ 1,6 miliar dengan 13 negara donor lain untuk meningkatkan modal bagi pengusaha perempuan di negara-negara berkembang.
Amerika Serikat memiliki kepentingan dalam proses seleksi dan telah ikut menyeleksi pimpinan Bank Dunia sejak lembaga itu berdiri pada 1946.
Bank Dunia mengumumkan badan eksekutifnya akan mulai menerima nominasi calon pimpinan pada 7 Februari mendatang. Pernyataan itu menyebut para kandidat harus berkomitmen mengimplementasikan sasaran pembangunan dan pembaruan 2030 di bawah rencana modal 2018.
Bank Dunia mengatakan para kandidat harus terbukti memiliki rekam jejak kepemimpinan, dengan pengalaman mengelola organisasi besar bertaraf internasional, kemampuan diplomasi dan komunikasi, dan berkomitmen kuat serta memiliki penghargaan yang tinggi untuk kerja sama multilateral.