Pemerintah Mesir mengumumkan penemuan pemakaman pribadi yang diperkirakan milik pejabat senior Dinasti Firaun kelima. Dinasti tersebut telah memerintah sejak 4.400 lalu dan pemakamannya ditemukan di bagian barat Kairo pada 14 Desember lalu.
Menteri Urusan Benda Antik, Khaled Al Anani, yang menyampaikan pengumuman itu mengatakan lokasi makam di Saqqara, Kairo, merupakan lokasi di mana Steph Pyramid terkenal berada.
Ditambahkannya, makam "yang terawat dengan sangat baik" itu berisi sejumlah patung dengan berbagai ukuran dan warna, demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia, Senin (17/12).
Beberapa tahun terakhir ini, Mesir telah giat mempromosikan temuan-temuan arkeologi baru kepada media internasional dan diplomat, guna menarik lebih banyak wisatawan ke negara itu.
Sejak awal tahun ini, negara tersebut telah mengumumkan lebih dari puluhan penemuan kuno lain.
Negara tersebut berharap, penemuan-penemuan ini akan meningkatkan citranya di luar negeri lain dan menghidupkan minat wisatawan yang pernah berbondong-bondong mengunjungi kuil dan piramid. Sebab, jumlah wisatawan ke Mesir menurun setelah pemberontakan pada 2011.
Sebelumnya, pemerintah Mesir pada Sabtu 24 November 2018 mengungkap mumi seorang perempuan dalam peti mati di Luxor, bagian selatan Mesir, yang belum pernah dibuka sejak lebih dari 3.000 tahun lalu.
Peti purba sarkofagus berisi mumi itu adalah salah satu dari dua temuan pada awal bulan ini oleh sebuah misi yang dipimpin Prancis di daerah utara El-Asasef, sebuah kawasan pemakaman di tepi barat Sungai Nil. Temuan pertama sudah dibuka dan diteliti oleh pejabat dinas kepurbakalaan Mesir.
"Salah satu sarkofagusnya bergaya rishi, yang berasal dari dinasti ke-17, sedangkan yang lainnya berasal dari dinasti ke-18," kata Menteri Peninggalan Purbakala Khaled Al Anani.
"Kedua makam tersebut ditemukan dengan mumi di dalamnya," tambahnya.
Itu adalah pertama kalinya para pihak yang berwenang membuka sarkofagus berisi mumi yang belum pernah dibuka sebelumnya di hadapan media internasional.
Pada hari dan daerah yang sama, pihak berwenang juga mengungkap sebuah makam dari penjaga kuil mumifikasi yang diidentifikasi sebagai Thaw-Irkhet-if.
Makam tersebut berisi lima topeng berwarna dan sekitar 1.000 figur pemakaman Ushabti, patung miniatur pelayan yang melayani orang meninggal di akhirat.
Tiga ratus meter kubik puing dipindahkan selama lima bulan untuk membuka makam yang berisikan lukisan warna-warni pada langit-langit yang menggambarkan pemilik makam tersebut dan keluarganya.
Makam yang juga berisikan mumi, kerangka, dan tengkorak, berasal dari Kerajaan Tengah (Middle Kingdom of Egypt) berusia hampir 4.000 tahun lalu, namun digunakan kembali selama periode terakhir peradaban Mesir Kuno.
Sebagaimana dikatahui, bangsa Mesir kuno memumikan manusia untuk menjaga tubuh mereka di kehidupan selanjutnya. Mumi hewan sendiri biasanya digunakan untuk persembahan acara keagamaan.
Sumber: Liputan6