Pemadam kebakaran Catalonia bentuk pagar betis lindungi warga dari kekerasan polisi

Pemadam kebakaran Catalonia bentuk pagar betis lindungi warga dari kekerasan polisi. Proses pemungutan suara dalam referendum Catalonia berujung pada bentrokan antara polisi Spanyol dan warga setempat. Pemerintah Spanyol menganggap pemungutan suara yang dilakukan ilegal sementara warga Catalonia ingin merdeka dari Span

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Pemadam kebakaran Catalonia bentuk pagar betis lindungi warga dari kekerasan polisi
pemadam kebakaran lindungi warga catalonia dari polisi. ©Independent

Proses pemungutan suara dalam referendum Catalonia berujung pada bentrokan antara polisi Spanyol dan warga setempat. Pemerintah Spanyol menganggap pemungutan suara yang dilakukan ilegal sementara warga Catalonia ingin merdeka dari Spanyol.Selama proses pemungutan suara, tim pemadam kebakaran di Catalonia yang mendukung referendum kemerdekaan tersebut membentuk pagar betis untuk melindungi para pemilih dari terjangan polisi antihuru-hara.Aksi anggota pemadam kebakaran tersebut mengundang pujian dari masyarakat. Tim pemadam kebakaran itu dinilai telah mengambil langkah benar untuk melindungi masyarakat dari kekerasan yang terjadi sejak tempat pemungutan suara dibuka kemarin pagi."Petugas pemadam kebakaran di Catalonia telah melindungi orang dari kekerasan polisi. Seharusnya polisilah yang melindungi masyarakat dari kekerasan bukan malah sebaliknya," kata salah seorang pengguna sosial, Alison, seperti dilansir dari laman Independent, Senin (2/10)."Berkat pemadam kebakaran orang-orang Catalan terlindung dari kekerasan kepolisian, jasa yang sangat besar," komentar yang lainnya.Beberapa hari sebelum referendum dilakukan, ratusan anggota pemadam kebakaran berkumpul di sepanjang atap museum sejarah Catalonia dengan memajang spanduk bertuliskan "Cintailah Demokrasi"Petugas kebakaran itu juga turut mengambil andil melindungi pemilih karena banyak di antara mereka dikeluarkan dari TPS agar tidak menyuarakan hak pilih.Tindakan polisi dinilai sangat agresif, terlebih karena mereka tidak memberi peringatan saat memasuki satu TPS ke TPS lainnya. Mereka membawa palu dan alat pentungan untuk menerobos pintu kaca dan juga melukai warga. Layanan darurat setempat mengonfirmasi ada 38 orang terluka karena kekerasan aparat.

Rekomendasi