Usai dubes Rusia ditembak, pria bersenjata teror kedubes AS di Turki

Selang beberapa jam setelah duta besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov ditembak mati, seorang pria bersenjata pistol mencoba untuk memasuki Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ankara. Pria itu kemudian diamankan oleh pihak berwajib setelah sebelumnya menembakkan sedikitnya satu peluru ke udara.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Usai dubes Rusia ditembak, pria bersenjata teror kedubes AS di Turki
Pria teror kedubes as. ©2016 Merdeka.com

Selang beberapa jam setelah duta besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov ditembak mati, seorang pria bersenjata pistol mencoba untuk memasuki Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ankara.

Pria yang masih belum diidentifikasi itu kemudian diamankan oleh pihak berwajib setelah sebelumnya menembakkan sedikitnya satu peluru ke udara, seperti dilaporkan koran The Daily Sabah melalui media sosial Twitter.

Harian Daily Mail, Selasa (20/12), melaporkan tidak ada korban jiwa atau terluka dari insiden ini. Berdasarkan foto-foto yang beredar, tersangka yang diperkirakan berusia 40 atau 50an tampak terluka. Namun, hingga saat ini belum diketahui penyebabnya.

Selain foto, terdapat juga rekaman video yang menampilkan pria tersebut berteriak "jangan main-main dengan kami" sambil mendorong polisi yang mencoba memasukan dia ke mobil van.

Sementara itu, kantor kedubes AS sebelumnya sempat diamankan. Namun beberapa saat kemudian, para staf diizinkan untuk meninggalkan kantornya. Meski demikian, pihak kedubes menyarankan agar warga menghindari wilayah tersebut sementara waktu.

Sebelumnya, Karlov ditembak oleh pria bersenjata di sebuah acara pameran foto. Pria tersebut diketahui bernama Mevlut Mert Aydintas (22) dan telah bekerja sebagai polisi anti huru-hara selama dua setengah tahun terakhir di Ankara. Karlov sendiri dikabarkan meninggal di tempat pasca penembakan tersebut.

Rekomendasi