Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan tidak akan membentuk partai baru setelah keluar dari Barisan Nasional (UMNO). Hal tersebut disampaikannya pada wartawan usai menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang Perdamaian dan Islam dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (17/3).
"Saya tidak akan membuat partai baru. Meski saya keluar dari UMNO, tapi jiwa saya masih UMNO," katanya.
Pilihannya keluar partai karena dia menilai partai sudah tidak lagi berjalan sesuai garis perjuangan. Partai dinilainya lebih banyak bekerja untuk kepentingan Najib Razak.
Mahatir Mohamad raih honoris causa dari UMY (c) 2016 merdeka.com/kresna
"Laporan tentang kejahatan Najib ini yang dihalangi, partai juga melindungi Najib. Karena itu ini sudah tidak sejalan sebagaimana mulanya. Saya memilih untuk berjuang diluar partai, tapi dengan semangat dan jiwa partai," tegasnya.
Dia mengaku menggagas petisi untuk menyingkirkan PM Najib Razak, sebab dengan cara itu demokrasi di Malaysia bisa kembali direbut.
"Kalau mau demokrasi ada lagi di Malaysia, Najib harus disingkirkan. Sebab di masa ini (rakyat Malaysia) tidak bersuara bebas mengkritik penguasa, menulis pun dibatasi. Karena itu saya ajak rakyat untuk menyingkirkan Najib," pungkasnya.
Media massa yang kritis pada Najib, the Malaysian Insider, baru saja tutup pekan ini. Media yang menulis dugaan korupsi Najib itu dibatasi aksesnya memperoleh pengiklan oleh pemerintah Negeri Jiran. Kelompok oposisi menyambut baik petisi Mahathir, lalu mengajaknya serius menggulingkan sang perdana menteri.