Perdana Menteri Najib Razak akhirnya angkat bicara mengenai demo besar-besaran di negerinya. Dia mengatakan para pengunjuk rasa tidak mencintai Malaysia.
"Apa yang terjadi saat ini menunjukkan orang-orang ini tidak mencintai negeri ini," ujarnya seperti dikutip dari laman AsiaOne, Minggu (30/8).
PM Negeri Jiran tersebut mempertanyakan dimana patriotisme para pendemo. Hal ini dia katakan lantaran demo yang telah 'menguningkan' Ibu Kota Kuala Lumpur dan sekitarnya ini digelar menjelang hari kemerdekaan Malaysia besok.
"Banyak orang mengorbankan hidup dan darahnya untuk membangun negeri ini sehingga kita bisa merdeka sekarang, namun apa yang mereka (demonstran) lakukan? Mereka tidak menghormati semangat juang pahlawan kita," serunya menggebu-gebu.
PM Najib juga bersikeras mengatakan jika UMNO, partai yang dipimpinnya kini, memiliki andil besar dalam kemerdekaan Malaysia. Dia juga mengatakan, semua anggotanya tentunya harus bersatu untuk menjaga keutuhan partai.
Najib mengingatkan, ada lima hal yang harus selalu diingat para anggota UMNO, yakni setia, satu, semangat, santun, dan pelayanan bagi masyarakat.
"Apa yang saya lakukan saat ini tentunya berguna bagi semua masyarakat Malaysia," seru Najib.
Aksi protes Bersih 4.0 meminta Perdana Menteri Najib Razak untuk mundur dari jabatannya. Mereka menganggap PM Najib sudah tidak pantas menjadi pemimpin lantaran terlibat skandal korupsi badan usaha 1MDB senilai USD 600 juta (setara Rp 8,4 triliun).
Aksi Bersih 4.0 ini juga dihadiri oleh Mahathir Mohamad, yang merupakan mantan perdana menteri Malaysia. Mahathir dikenal selalu bertentangan dengan kebijakan yang dibuat Najib Razak.