Disebut Donald Trump negara pemerkosa, Meksiko boikot Miss Universe

Trump menyerang Meksiko setelah maju jadi capres AS. Acara Miss Universe kini diboikot di mana-mana

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Disebut Donald Trump negara pemerkosa, Meksiko boikot Miss Universe
Taipan AS Donald Trump. ©2012 Merdeka.com

Asosiasi Ratu Kecantikan Meksiko yang bernaung di bawah organisasi media Telebvisa memutuskan tak lagi mengikuti kontes Miss Universe yang dihelat perusahaan milik miliarder Donald Trump.

Pengusaha yang baru saja mendaftarkan diri sebagai calon presiden Amerika Serikat itu, dua pekan lalu menyebut Meksiko sebagai negara asal 'para pemerkosa' dan 'bandar narkoba'.

Kata-kata yang diucapkan Trump itu membuat marah warga Meksiko. "Kami tidak bisa berpartisipasi dalam acara yang digelar oleh orang dengan visi diksriminatif, rasis, serta xenofobik," tulis pernyataan pers Televisa kemarin, seperti dilansir majalah TIME, Rabu (1/7).

Trump, 69 tahun, melontarkan kata-kata menyinggung itu saat ditanya televisi mengenai kebijakannya terkait imigrasi bila terpilih. Capres yang akan maju melalui Partai Republik ini mengatakan AS harus tegas pada Meksiko. Selama ini imigran dari Meksiko membanjiri kota-kota Negeri Paman Sam, merebut pekerjaan penduduk pribumi.

"(Meksiko) mengirim orang yang memiliki sangat banyak masalah dan membawa masalahnya ke negara ini, di antaranya para pemerkosa dan bandar narkoba," kata Trump.

Ucapan itu berbuntut panjang. Tidak cuma Televisa, pembawa acara Miss USA Cheryl Burke yang juga bekerja di bawah Trump memutuskan mundur. Dia meminta maaf kepada publik lewat jejaring sosial, karena mantan bos-nya mengucapkan kata-kata menyakitkan bagi bangsa Meksiko.

Jaringan televisi NBC dan Univision turut memutus kontrak penayangan Miss Universe dan Miss USA yang biasanya punya rating tinggi.

Seakan tidak gentar dengan kemarahan warga Meksiko, Trump kemarin (30/6) kembali berulah. Dia lagi-lagi menghina Meksiko lewat akun Twitter resminya.

"Saya mencintai orang-orang Meksiko, tapi negara mereka bukan sahabat AS. Mereka membunuh orang Amerika di perbatasan, merebut pekerjaan dan menghabisi kita lewat perdagangan. LAWAN!" demikian cuit Trump.

Di kalangan pemilih Partai Republik, Trump dianggap capres abal-abal. Popularitasnya masih di bawah sosok politikus karismatik seperti Jeb Bush atau Marco Rubio. Trump selama ini dikenal sebagai pengusaha sekaligus motivator, sesekali muncul di televisi sebagai juri tayangan realitas 'the apprentice'.

Rekomendasi