Ini sosok kopilot Germanwings yang diduga sengaja tabrakkan pesawat

Kepolisian Jerman terus menyelidiki masa lalu penerbang 28 tahun yang pendiam itu.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Ini sosok kopilot Germanwings yang diduga sengaja tabrakkan pesawat
Kopilot Germanwings Andreas Lubitz. ©2015 Merdeka.com/Wolfgang Nass/BILD

Andreas Lubitz merupakan ko-pilot Germanwings yang diduga dengan sengaja menabrakan pesawat yang diterbangkannya ke Pegunungan Alpen. Dia merupakan sosok yang dibesarkan dan bermimpi terbang menjadi pilot.

Lubitz kecil dibesarikan di kota kecil Montabaur, sekitar 20 menit berkendara dari Kota Koblentz, Jerman. Ayahnya merupakan seorang eksekutif bisnis sukses dan ibunya merupakan guru piano yang mengajar di Klub Luftorts.

Lubitz pertama kali tertarik menerbangkan pesawat di usia 14 tahun. Saat itu dia mencoba duduk di kokpit pesawat ringan dan beberapa tahun sesudahnya, dia terbang sendiri di bawah instruksi kontrol ganda.

"Impiannya dari kecil adalah terbang, dan dia memulai mimpinya dari tempat ini. Ketika dia mendapat lisensi komersial untuk menerbangkan pesawat seperti Airbus, dia gembira sekali dan sangat bangga," kata Klaus Radker, ketua klub penerbangan tempat Lubitz belajar pesawat, seperti dilansir dari koran The Telegraph, Jumat (27/3).

Menurut Klaus, pria 27 tahun itu tidak pernah menunjukkan perilaku yang aneh dari awal bergabung dengan klub tersebut.

"Dia tampak normal dan bangga dengan pekerjaannya. Dia juga sangat ramah, terbuka, dan sopan," lanjutnya.

Lubitz meninggalkan Montabaur pada 2007 silam ketika masih berusia 20 tahun, untuk memulai pelatihan pilot pesawat komersial di Bremen, sebelah utara Jerman.

Tahun ini, Lubitz dikabarkan seharusnya mengambil waktu istirahat karena tampak kelelahan dengan pelatihannya tersebut.

Pada saat kecelakaan pesawat Germanwings terjadi beberapa hari lalu, Lubitz memang termasuk yang belum berpengalaman menerbangkan pesawat Airbus. Dia baru memiliki waktu terbang 630 jam, berbeda dengan kapten pesawat yang sudah memiliki jam terbang sebanyak 6.000 jam dan telah bekerja untuk Lufthansa selama 10 tahun.

Kemarin, Jkasa Kota Marseille Prancis, Brice Robin, menyatakan muncul dugaan insiden pesawat Germanwings yang menabrak Pegunungan Alpen dua hari lalu itu, disebabkan kopilot bunuh diri.

Dia mengambil alih kemudi, sengaja mengunci pintu kokpit, lalu membuat gerakan menukik tajam. "Informasi ini kami dapat dari data rekaman ruang kokpit (CVR)," kata Robin seperti dilansir BBC kemarin.

Dari rekaman CVR itu, diketahui kopilot masih hidup sampai detik akhir.

Pesawat jenis Airbus A320 rute Barcelona menuju Dusseldorf itu menabrak gunung setelah menukik tajam delapan menit, dari ketinggian 1.500 meter di atas permukaan, menuju titik terakhir radar di level 200 meter. Akibat insiden ini, 144 penumpang dan enam kru tewas. Korban berasal dari Jerman, Spanyol, Inggris, Australia, Kolombia, dan Kazakhstan.

Rekomendasi