Bila Netanyahu terpilih lagi, bagaimana nasib Palestina?

Survei terakhir menunjukkan Partai Likud pendukung Netanyahu akan kalah.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Bila Netanyahu terpilih lagi, bagaimana nasib Palestina?
Benjamin Netanyahu. kaosenlared.net

Israel kemarin menggelar pemilihan umum buat menentukan apakah nantinya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari Partai Likud akan kembali terpilih buat keempat kalinya atau Isaac Herzog dari Partai Persatuan Zionis akan mengambil alih jabatan itu.Netanyahu sudah berkuasa selama enam tahun terakhir. Dia sendiri yang mengajukan usulan pemilu dipercepat pada tiga bulan lalu.Dalam survei terakhir, persaingan antara dua kandidat itu akan sangat ketat. Sehari sebelum pemilu digelar, dalam wawancara dengan situs berita NRG, Benjamin Netanyahu menyatakan dia tidak akan membiarkan negara Palestina berdiri jika kembali terpilih, seperti dilansir surat kabar the New York Times, Selasa (17/3)."Siapa pun yang ingin mendirikan negara Palestina, siapa pun yang akan memindahkan wilayah saat ini, sama dengan memberi kesempatan bagi radikal Islam buat menyerang Israel," kata dia.Pernyataan pria akrab dipanggil Bibi itu bersebrangan dengan pidato dia di Universitas Bar Ilan pada 2009. Pada saat itu Netanyahu mendukung solusi terbentuknya dua negara antara Palestina dan Israel.Kata-kata lelaki 65 tahun dua hari lalu itu kembali mencuatkan dugaan dia tak pernah serius dalam perundingan perdamaian dengan Palestina. Hal ini tentu mengecewakan banyak pemimpin dunia dan komunitas internasional.Menanggapi pernyataan Netanyahu itu, juru runding dari Palestina Saeb Erekat mengatakan

komentar Netanyahu itu bukan barang baru."Netanyahu selama ini selalu mengubur kemungkinan solusi dua negara. Dia selalu mengandalkan kekebalan hukum dari komunitas internasional. Saat ini dunia harus mengambil pelajaran dan memahami bahwa kekebalan itu tidak akan berujung pada kedamaian," kata Erekat, seperti dikutip stasiun televisi CNN kemarin.Menurut kolumnis koran Haaretz, Amos Harel, Netanyahu belakangan ini tampak lebih aktif muncul di media dibanding sebelumnya. Dia, misalnya, selalu menghindari wawancara dengan media Israel selama beberapa tahun. Namun dalam dua pekan terakhir dia sudah banyak diwawancara, termasuk oleh stasiun radio. Namun survei pada pekan lalu menyatakan Partai Persatuan Zionis tampaknya akan memenangkan banyak kursi parlemen, meski masih terbuka kemungkinan Netanyahu membentuk koalisi jika partainya kalah.Dengan sejumlah wawancara dalam dua pekan terakhir ini, tampaknya Netanyahu dalam keadaan panik. Dia juga menuding rivalnya bekerja sama dengan Arab buat menyingkirkan dirinya.Jika menang pemilu, Partai Persatuan Zionis itu menyatakan mereka berjanji akan memperbaiki hubungan dengan Palestina dan komunitas internasional.Isaac Herzog sebelumnya menyatakan dukungan solusi dua negara dan berjanji akan kembali membangun komunikasi dengan Palestina.Dengan penegasan Netanyahu yang menolak pembentukan negara Palestina, bisa dipastikan solusi dua negara dan upaya perundingan damai semakin memudar.

Rekomendasi