Menlu tuntut kapal Korsel percepat pencarian WNI hilang

Pihak Sajo Industries berjanji segera membayar asuransi WNI tewas. Pola rekrutmen juga akan diperbaiki.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Menlu tuntut kapal Korsel percepat pencarian WNI hilang
Menlu Retno (kanan) membahas nasib ABK di Kapal Oryong milik Sajo Industries, di Kota Busan, Korsel. ©2014 Merdeka.com/Arsip Kemenlu

Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi mendesak Sajo Industries, pemilik kapal Oryong 501, segera memenuhi semua kewajiban terhadap anak buah kapal warga negara Indonesia.Tuntutan itu telah disampaikan menlu pada perwakilan Sajo Industries di Busan, hari ini, Rabu (10/12).

Dalam keterangan tertulis diterima merdeka.com, Retno mendapat jaminan dari Sajo Industries, bahwa seluruh ABK diasuransikan. Keluarga korban akan menerima kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pekan lalu, Kapal Oryong 501 tenggelam di Selat Bering, Rusia. Di dalam kapal penangkap ikan itu, bekerja 35 WNI. Setelah pencarian intensif, baru tiga ABK asal Tanah Air ditemukan selamat, 14 tewas, serta sisanya masih belum diketahui.

"Kami meminta komitmen Sajo Industries untuk mempercepat proses pencarian korban ABK WNI yang saat ini belum ditemukan," ujar Retno.

Sajo mengaku salah satu hambatan proses pencarian adalah faktor cuaca yang sangat buruk di lokasi kejadian.

Saat ini 3 ABK WNI yang selamat dan 14 jenazah ABK WNI yang ditemukan, berada di kapal Odeyn milik Rusia menuju Busan, melalui Vladivostok.

Diperkirakan bahwa kapal Odeyn akan tiba di Busan sekitar antara tanggal 20 – 22 Desember 2014. Setiba di Busan, akan dilakukan proses identifikasi jenazah dimana tim teknis DVI Polri yang terdiri dari 1 orang spesialis forensik, 1 orang ahli DNA dan 1 orang ahli finger prints akan bergabung dengan tim ahli Korsel.

Atas permintaan Menlu RI, kedepannya Sajo Industries mendukung usulan untuk memperbaiki proses rekrutmen guna memastikan perlindungan yang lebih baik terhadap ABK WNI.

Rekomendasi