CIA pakai lagu Red Hot Chili Peppers buat 'siksa' napi terorisme

Lagu dari Red Hot Chili Peppers yang diperdengarkan itu berjudul Californication dan Can't Stop.

Vincent Asido Panggabean
CIA pakai lagu Red Hot Chili Peppers buat 'siksa' napi terorisme
Red Hot Chili Peppers. ©AFP PHOTO

Isi dari sebuah laporan rahasia berisi daftar metode interogasi digunakan oleh dinas rahasia luar negeri Amerika (CIA) yang bocor mengungkapkan lagu dari Red Hot Chili Peppers telah digunakan kepada tersangka terorisme dalam upaya mencari informasi.

Dua pejabat dari Komite Senat Intelijen telah membocorkan rincian laporan rahasia yang diduga menunjukkan target terorisme ditahan secara rahasia dan diinterogasi di Teluk Guantanamo Kamp Echo, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Kamis (10/4).

Para tersangka ditempatkan di Kamp Echo sebelum diterbangkan ke Maroko dan kemudian kembali ke Guantanamo.

Tersangka juga ditahan di tempat lain di 'lokasi hitam' termasuk pada markas militer Amerika di pulau Diego Garcia di Samudera Hindia serta di sebuah lokasi diduga di Polandia.

Para sumber, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kepada Aljazeera metode itu, dikenal sebagai teknik melarikan diri, perlawanan, penghindaran, dan kelangsungan hidup (SERE), meniru metode penyiksaan rezim komunis.

Teknik yang digunakan adalah pengurangan jam tidur, makanan, air dan medis serta penggunaan ancaman. Proses ini bertujuan untuk melemahkan kemampuan orang untuk menolak saat diinterogasi.

Program SERE menyatakan dengan mengucilkan tawanan, orang tersebut akan mengembangkan sebuah 'ketergantungan' terhadap pemeriksa. Kekerasan diduga juga digunakan.

Menurut sumber, seseorang telah dikenakan kepada semua teknik interogasi tersebut yang diidentifikasi dari memo Departemen Kehakiman pada Agustus 2002.

Zain Abidin Muhammad Husain Abu Zubaydah dikatakan telah menjadi sasaran metode yang berlangsung jauh dari pedoman sudah ditentukan.

Beberapa tindakan itu termasuk dengan membuat Abu Zubaydah terjaga selama lebih dari yang direkomendasikan, yakni selama sebelas hari dan menuangkan air dingin ke tubuhnya sudah ditelanjangi untuk mencegah dia dari tertidur.

Dikabarkan juga tersangka kemudian dimasukkan ke dalam kandang yang digunakan untuk menahan hewan di bandara, sebelum diperdengarkan dengan suara musik yang keras.

Ini bukanlah pertama kalinya musik telah digunakan sebagai taktik untuk menginterogasi para tersangka. Pada 2003, tawanan perang Irak yang tidak mau bekerja sama menjadi sasaran penggunaan metode musik dengan diperdengarkan lagu-lagu dari Metallica serta musik dari Sesame Street dan Barney.

Seorang mantan pemeriksa mengatakan kepada televisi Qatar bahwa musik yang digunakan dalam kasus Abu Zubayadah adalah dari band beraliran rock asal Amerika, Red Hot Chili Peppers. Lagu dari Red Hot Chili Peppers yang diperdengarkan itu berjudul Californication dan Can't Stop.

Lagu milik Red Hot Chili Peppers berjudul By The Way dan Can't Stop, keduanya dirilis pada 2002, tahun di mana Abu Zubayadah diduga ditahan.

Pengacara Abu Zubayadah mengatakan dia berharap laporan itu akan membantu klaim dari kliennya yang sebelumnya menyatakan tentang metode digunakan selama interogasi.

Rekomendasi