Korban Ledakan SPPG di Mojokerto Bertambah, ini Identitasnya

Tiga korban merupakan teknisi yang tengah memperbaiki instalasi gas elpiji, sedangkan dua lainnya merupakan relawan SPPG.

Erwin yohanes
Oleh Erwin yohanes - Reporter
Korban Ledakan SPPG di Mojokerto Bertambah, ini Identitasnya
Korban ledakan di SPPG Mojokerto

Lima orang menjadi korban dalam ledakan yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (13/8).

Tiga korban merupakan teknisi yang tengah memperbaiki instalasi gas elpiji, sedangkan dua lainnya merupakan relawan SPPG.

Berdasarkan data yang dihimpun, tiga teknisi yang mengalami luka bakar yakni Piter (36), warga Porong, Kabupaten Sidoarjo; Edi Suyanto (55); dan Kwin Lan (48), keduanya warga Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Piter saat ini menjalani perawatan di RS Sakinah. Sementara Edi Suyanto dan Kwin Lan dirawat di RS Gatoel, Kota Mojokerto akibat luka bakar yang mereka alami.

Satpam SPPG Medali, Bagianto, mengatakan ketiga teknisi berada di area dapur ketika melakukan perbaikan instalasi gas elpiji sebelum ledakan terjadi. Menurutnya, kondisi Edi Suyanto merupakan yang paling parah dibandingkan dua teknisi lainnya.

"Kondisi tiga orang itu terbakar semua, tapi yang lebih parah Pak Edi itu selaku yang punya gas (PT Energi Alam Utama)," ujar Bagianto.

Selain tiga teknisi, dua relawan SPPG juga menjadi korban dalam insiden tersebut. Mereka adalah Maulin Nikmah (35) dan Robiatul Adawyah (33), yang sama-sama merupakan warga Desa Medali, Kecamatan Puri. Keduanya menjalani perawatan di RS Sakinah.

Robiatul mengaku mengalami luka setelah tertimpa plafon bangunan yang ambruk akibat ledakan. Dia mengalami cedera di bagian kepala dan pinggang sebelah kanan.

"Ketimpa atap plafon," katanya.

 

Penyebab Kebakaran

Sebelum ledakan terjadi, dirinya bersama dua relawan lain sedang memetik selada di ruang persiapan. Sementara relawan lainnya berada di ruangan berbeda untuk membersihkan pisang sebagai bahan baku makanan.

Pada saat bersamaan, tiga teknisi sedang memperbaiki instalasi gas elpiji di area dapur. Tak lama kemudian terdengar ledakan keras yang membuat atap bangunan roboh dan memicu kobaran api.

"Kan elpijinya diservis, tiba-tiba langsung meledak. Atap bangunan langsung roboh. Saya lari karena banyak api," ungkapnya.

Bagianto mengaku tidak menyaksikan secara langsung proses terjadinya ledakan karena saat itu berada di dalam kantor. Namun, ia memastikan hanya terdengar satu kali ledakan sebelum seluruh bangunan mendadak gelap.

"Meledaknya cuma satu kali. Ledakannya seperti barang jatuh," ujarnya.

Ledakan tersebut mengakibatkan kerusakan cukup parah pada bangunan SPPG Medali. Atap dapur, ruang pemorsian, serta beberapa ruangan lainnya dilaporkan ambruk akibat kuatnya ledakan. Saat kejadian, sejumlah relawan tengah menyiapkan bahan baku makanan untuk operasional dapur.

Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada insiden yang berkaitan dengan instalasi gas elpiji yang sedang diperbaiki. Namun, kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti ledakan tersebut.

Rekomendasi