Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Nageo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dirasakan sejumlah daerah di Sulsel. Seperti Kabupaten Kepulauan Selayar, Bulukumba, dan Bantaeng. Bahkan di Kabupaten Kepulauan Selayar, warga mengungsi ke dataran tinggi usai mendapatkan informasi gempa berpotensi tsunami.
Kepala Kepolisian Resor Kepulauan Selayar Ajun Komisaris Besar Didid Imawan mengatakan gempa M7,7 benar-benar dirasakan oleh warga. Pascagempa, dirinya memerintahkan seluruh jajaran untuk turun melakukan pemantauan sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi.
"Beberapa wilayah ada laporan mengenai kondisi masyarakat yang sempat panik dan memilih keluar dari rumah sebagai langkah antisipasi setelah merasakan guncangan gempa. Kabag Ops dan seluruh Kapolsek melakukan pengecekan di wilayah masing-masing," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (15/8).
Didid juga memerintahkan personel Bhabinkamtibmas untuk turun ke desa binaan. Ini guna memantau kondisi masyarakat dan memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Kapolsek dan anggota cek wilayahnya masing-masing,” tegasnya.
Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, kata Didid, kondisi di sejumlah wilayah kepulauan mendapat perhatian khusus. Di Desa Lembang dan Desa Kalaotoa, sebagian warga memilih menuju wilayah yang lebih tinggi untuk mencari tempat yang dianggap aman sebagai langkah antisipasi.
Sementara itu, di wilayah daratan Pulau Selayar, situasi terpantau lebih kondusif dan aktivitas masyarakat secara bertahap kembali normal setelah sempat dikejutkan oleh guncangan gempa.
Didid meminta personel yang berada di lapangan untuk terus memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetap waspada, mengikuti perkembangan informasi resmi serta arahan petugas di lapangan. Jangan panik, dan mari kita bersama-sama berdoa agar kita semua senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari segala hal yang tidak kita inginkan,” kata Didid.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya informasi yang dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Jajaran Polres Kepulauan Selayar terus melakukan pemantauan situasi di seluruh wilayah hukum Polres Kepulauan Selayar, termasuk wilayah kepulauan, guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan terkendali.
Selain pemantauan, personel juga meningkatkan patroli di sejumlah wilayah yang ditinggalkan sementara oleh warga sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar, terpantau adanya kenaikan air laut di Kabupaten Bulukumba. Kenaikan air laut setinggi 0,54 meter pada pukul 05.58 Wita.