Presiden Rusia Vladimir Putin hari ini menandatangani undang-undang buat menyelesaikan proses pengambilalihan Krimea ke dalam wilayah Rusia.
Tindakan ini menentang pemimpin Barat yang mengatakan wilayah di semenanjung Laut Hitam itu tetap bagian dari Ukraina, seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (21/3).
Dalam sebuah upacara di Kremlin disiarkan secara langsung di televisi pemerintah, Putin menandatangani undang-undang tentang pengesahan perjanjian membuat Krimea menjadi bagian dari Rusia, serta undang-undang menciptakan dua distrik administratif Rusia yang baru, yakni Krimea dan kota pelabuhan Sevastopol.
Sebuah referendum diadakan pada Ahad pekan lalu di Krimea, wilayah yang didominasi warga beretnis Rusia, menunjukkan mayoritas pemilih mendukung reunifikasi dengan Rusia, setelah 60 tahun menjadi bagian dari Ukraina.
Sebuah perjanjian untuk memberikan aksesi semenanjung Laut Hitam itu ditandatangani oleh para pemimpin Krimea dan Presiden Rusia Vladimir Putin tiga hari lalu di Kremlin.