Kementerian Luar Negeri Kirgizstan kemarin mengatakan pihaknya mengakui hasil referendum Krimea yang digelar pada Ahad pekan lalu, di mana wilayah tersebut memutuskan untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia."Hasil referendum di Krimea mencerminkan pandangan mayoritas mutlak di daerah itu, dan ini adalah kenyataan," kata kementerian itu dalam satu pernyataan, seperti dilansir kantor berita Ria Novosti, Jumat (21/3).Dokumen itu menyalahkan mantan penguasa Ukraina atas krisis politik di negara itu, yang mengakibatkan penggulingan Presiden Viktor Yanukovych."Semua prakarsa dan tindakan harus diarahkan semata-mata untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas yang rapuh di Ukraina dan di wilayah tersebut. Langkah-langkah keras tidak dapat diterima," kata kementerian itu.Krimea, bersama dengan beberapa wilayah lain di tenggara Ukraina, menolak untuk mengakui legitimasi pemerintahan baru di negara itu.Sebuah referendum diadakan pada Ahad pekan lalu di wilayah terletak semenanjung Laut Hitam itu yang didominasi warga beretnis Rusia menunjukkan mayoritas pemilih mendukung reunifikasi dengan Rusia, setelah 60 tahun menjadi bagian dari Ukraina.Sebuah perjanjian untuk memberikan aksesi semenanjung Laut Hitam ditandatangani oleh para pemimpin Krimea dan Presiden Rusia Vladimir Putin tiga hari lalu di Kremlin.
Kirgizstan akui hasil referendum Krimea
"Hasil referendum di Krimea mencerminkan pandangan mayoritas mutlak di daerah itu," kata pernyataan Kemenlu Kirgizstan.
Advertisement
Rekomendasi