Ukraina berencana tarik pasukannya dari Krimea

Tindakan ini dilakukan setelah Rusia mengambil kontrol resmi wilayah itu dan merebut markas militer Ukraina.

Vincent Asido Panggabean
Ukraina berencana tarik pasukannya dari Krimea
Militer Rusia di Krimea. ©REUTERS/Baz Ratner

Pemerintah Ukraina mengatakan pihaknya berencana untuk menarik pasukannya dari Krimea, setelah Rusia mengambil kontrol resmi wilayah itu dan merebut markas militer Ukraina.Sekretaris Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional Ukraina, Andriy Parubiy, kemarin mengatakan Ukraina akan mencari dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengubah Krimea ke sebuah zona demiliterisasi di saat pihaknya berupaya merelokasi angkatan bersenjata mereka ke daratan utama, seperti dilansir stasiun televisi Fox News, Kamis (20/3).Militer Ukraina, yang sangat kalah jumlah di Krimea, telah berada di bawah tekanan yang meningkat sejak wilayah itu menyatakan bergabung ke dalam Federasi Rusia dua hari lalu.Pasukan bertopeng berbahasa Rusia kemarin mengambil alih kontrol atas markas angkatan laut Ukraina di Kota Sevastopol. Seorang komandan angkatan laut Ukraina juga ditahan selama operasi itu.Penyitaan markas di Sevastopol, tempat pelabuhan bagi Armada Laut Hitam Rusia, datang di saat Menteri Pertahanan Ukraina Ihor Tenyukh mengatakan pasukannya tidak akan mundur dari Krimea meskipun kalah jumlah.Pihak berwenang Krimea pro-Moskow dilaporkan memblokir Tenyukh dan beberapa pejabat Ukraina lainnya dari bepergian ke wilayah semenanjung itu untuk mencoba melepaskan ketegangan. "Mereka tidak diterima di Krimea," ujar Perdana Menteri Krimea Sergei Aksyonov, dikutip kantor berita Interfax. "Mereka tidak akan diizinkan masuk ke Krimea. Mereka akan dikirim kembali."Puluhan ribu pasukan bersenjata Rusia dan pasukan pro-Rusia sekarang dilaporkan telah berpatroli di Krimea.

Rekomendasi