Alat dekontaminasi Fukushima berhenti beroperasi

Sistem pemisahan air terkena radiasi mengalami kelumpuhan.

Ardini Maharani
Oleh Ardini Maharani - Reporter
Alat dekontaminasi Fukushima berhenti beroperasi
Reaktor Nuklir Fukushima, Jepang yang mengalami kebocoran radiasi akibat gempa. ©2012 Skytruth.org

Operator nuklir Fukushima di Jepang lumpuh. Perusahaan tenaga listrik Tokyo (TEPCO) telah menghentikan sistem pemisahan air terkontaminasi radio aktif.

Surat kabar Russia Today melaporkan, Kamis (9/1), pengolahan sistem cairan tingkat tinggi (ALPS) digunakan memisahkan air terkontaminasi radio aktif dan menyimpannya di tangki berhenti bekerja. Tiga sistem ALPS dihentikan TEPCO lantaran harus diganti dan membutuhkan waktu lama untuk penggantian ini.

Meski demikian pejabat TEPCO menyakinkan air akan sepenuhnya tidak lagi terkontaminasi akhir tahun ini. Seluruh radioaktif bakal tersimpan di tangki Maret tahun depan.

Sistem ALPS ini bukan pertama kalinya rusak, pada Desember tahun lalu sistem ini juga mengalami kebocoran saat percobaan. ALPS terdiri dari 14 silinder baja yang menyaring air terkontaminasi. Setelah penyaringan bahan limbah dibuang dalam tangki berintegritas tinggi sebagai fasilitas penyimpanan sementara.

ALPS diklaim dapat menghilangkan 62 jenis radioaktif termasuk strontium dan kobalt dari air terkontaminasi.

Masalah Fukushima semakin berlarut-larut menyebabkan air laut terkontaminasi radioaktif beribu-ribu kilometer jauhnya. Pada akhir tahun lalu sebuah pantai di Negara Bagian California, Amerika Serikat tercemar radiasi tingkat tinggi namun pejabat kesehatan menyakini warga tak perlu khawatir dan segera membuat tim penyelidik air tercemar itu. Diyakini pencemarn berasal dari kebocoran tangki radioaktif Fukushima.

Setahun terakhir Rusia pun selektif saat mendatangkan mobil dari Jepang. Sekitar 130 kendaraan asal Ibu Kota Tokyo ditolak masuk ke perbatasan lantaran mengandung radiasi. Rusia juga melakukan kontrol ketat pada semua kargo tiba dari Jepang.

Rekomendasi