BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards 2026 atas Komitmen Pemberdayaan UMKM Sawit Nasional

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berhasil meraih Penghargaan Medbun Awards 2026 kategori "Excellence Institution in Empowering Micro, Small, and Medium Palm Oil Enterprises" atas dedikasinya dalam memberdayakan UMKM sawit, menunjukkan komitmen kuat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards 2026 atas Komitmen Pemberdayaan UMKM Sawit Nasional
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berhasil meraih Penghargaan Medbun Awards 2026 kategori "Excellence Institution in Empowering Micro, Small, and Medium Palm Oil Enterprises" atas dedikasinya dalam memberdayakan UMKM sawit, menunjukkan komitmen kuat. (AntaraNews)

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berhasil meraih penghargaan bergengsi kategori "Excellence Institution in Empowering Micro, Small, and Medium Palm Oil Enterprises" dalam ajang Medbun Awards 2026. Pengumuman penghargaan ini disampaikan di Jakarta pada Sabtu, 11 Juli 2026, setelah acara penganugerahan berlangsung. Medbun Awards merupakan bagian dari rangkaian kegiatan 4th Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026 yang diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen serta peran besar BPDP dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kelapa sawit di seluruh Indonesia. Dedikasi BPDP dinilai sangat signifikan dalam mengangkat potensi ekonomi lokal dan memperkuat sektor UMKM. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, dalam keterangannya di Jakarta, menyampaikan bahwa BPDP terus mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM), adopsi teknologi, serta percepatan hilirisasi industri kelapa sawit Indonesia. Tujuannya adalah agar UMKM juga memiliki produk-produk berkualitas dan mampu bersaing di pasar.

Fokus BPDP dalam Pemberdayaan UMKM Sawit Nasional

BPDP menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung UMKM sawit melalui berbagai inisiatif strategis. Badan ini secara konsisten menyediakan program peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM. Hal ini bertujuan agar produk-produk UMKM memiliki kualitas unggul dan inovatif.

Helmi Muhansyah menekankan pentingnya teknologi dan hilirisasi industri. "Teknologi dan hilirisasi industri tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pengolahan skala besar, tetapi juga harus membuka peluang bagi UMKM untuk menghasilkan produk-produk inovatif berbasis kelapa sawit yang memiliki nilai tambah dan daya saing," katanya. Pernyataan ini menggarisbawahi visi BPDP untuk menciptakan ekosistem yang inklusif, di mana UMKM dapat bersaing di pasar global.

Lebih lanjut, BPDP aktif dan konsisten mendukung pertumbuhan UMKM sawit yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan. Berbagai program fasilitasi promosi dan penguatan daya saing terus digulirkan. Tujuannya adalah membantu UMKM naik kelas, termasuk akses ke pasar yang lebih luas.

Kolaborasi Strategis dan Dampak Positif Program BPDP

Sampai dengan Juni 2026, BPDP telah mengimplementasikan 52 program kerja sama UMKM yang beragam. Program-program ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari asosiasi petani, perguruan tinggi, kementerian, hingga pondok pesantren. Kerjasama lintas sektor ini memperkuat jangkauan dan efektivitas program pemberdayaan UMKM.

Penghargaan Medbun Awards untuk BPDP diberikan dalam rangkaian kegiatan 4th Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026. Acara ini berlangsung dari tanggal 8 hingga 10 Juli 2026 di Medan, Sumatera Utara. TPOMI 2026 berfungsi sebagai wadah strategis yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku industri, UMKM, praktisi, serta penyedia teknologi untuk mendiskusikan berbagai inovasi dan tantangan dalam pengembangan industri pengolahan kelapa sawit nasional.

Melalui booth pameran BPDP di TPOMI 2026, para pengunjung memperoleh informasi komprehensif. Informasi tersebut mencakup program pengembangan UMKM, promosi komoditas perkebunan, dan peluang hilirisasi. Pengunjung juga mendapatkan wawasan mengenai berbagai produk turunan kelapa sawit beserta potensi pengembangannya. Ini merupakan bagian dari upaya mendorong tumbuhnya wirausaha berbasis komoditas perkebunan, seperti kelapa, kelapa sawit, dan kakao.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi