China menahan tujuh orang di Provinsi Guangdong lantaran menyuntikkan air kolam kotor ke daging domba untuk membuatnya lebih berat sehingga lebih mahal. Ini menjadi skandal makanan terbaru di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Para tersangka menyembelih lebih dari seratus domba saban harinya di sebuah gudang ilegal, memompa air tercemar bakteri ke daging sebelum dijual ke pasar-pasar, kedai makanan, dan restoran di kota-kota besar, seperti Guangzhou dan Foshan, seperti dilansir Reuters, Senin (6/1), mengutip laporan Televisi Pusat China (CCTV).
China telah diterpa sejumlah skandal terkait keamanan pangan, mulai dari produk susu yang terkontaminasi bahan kimia mematikan hingga minyak daur ulang yang digunakan untuk memasak.
Pada pekan lalu, Wal-Mart Stores Inc, perusahaan pengecer terbesar dunia, meminta maaf setelah sebuah pemasok camilan daging keledai di China mencampur produk tersebut dengan daging rubah.
Pihak berwenang menyerbu rumah jagal domba ilegal di Guangdong pada akhir Desember, dan menemukan 30 bangkai yang telah disuntik dengan air, 335 domba hidup, stempel pemeriksaan palsu, serta peralatan untuk menyuntikkan air ke dalam daging.
Setiap ekor domba disuntik dengan enam kilogram air setelah disembelih untuk menambah berat timbangannya.
Pusat Penelitian Pew dalam laporannya pada 2013 menyatakan hampir 40 persen warga China menilai keamanan pangan merupakan masalah besar. Masalah ini menjadi beban bagi perusahaan-perusahaan China, mulai dari produsen susu bubuk hingga produsen daging, dan meningkatkan persaingan internasional.
Pada akhir Desember, China mengatakan akan memperketat aturan produksi susu bubuk dalam upaya mendorong kepercayaan di kalangan produsen domestik dan menghapus kekhawatiran terkait keamanan pangan di pasar susu formula untuk bayi senilai 12,4 miliar dolar itu.
Perusahaan induk KFC Yum Brands Inc, McDonald's Corp, jaringan grosir asal Prancis Carrefour SA, serta perusahaan-perusahaan global lainnya sudah pernah terjebak dalam skandal keamanan pangan di Negeri Tirai Bambu itu.