Nicolas Maduro. Zaman mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez berkuasa dia menjadi wakil yang jarang terdengar sepak terjangnya. Padahal politik bukan hal baru bagi lelaki 50 tahun itu. Berawal dari Partai Buruh, dia menjadi orang nomor dua di negara itu.Dia menyadari rakyat Venezuela masih sangat mengkultuskan Chavez. Dia sendiri tidak berani mengaku terang-terangan bisa 100 persen menggantikan sosok sang komandan, namun dia hanya bilang ingin berusaha menjadi terbaik dan terus mewujudkan cita-cita Chavez dan sosialis abad-21.Dalam setiap kampanye Maduro selalu membangkitkan sosok Chavez untuk memberikan api semangat dalam retorikanya. "Aku adalah anak Chavez. Aku siap jadi presiden Anda," ujarnya pada pendukung di Ibu Kota Caracas.Mantan sopir bus itu tidak menampik jika Venezuela masih belum terima kepergian Chavez. Itu sebabnya dia selalu berdoa agar ruh pemimpin itu selalu memandunya, seperti dilansir stasiun televisi Al Jazeera (12/4).Menurut survei sementara pendukung Maduro memang jauh lebih banyak dari rivalnya Henrique Capriles. Bahkan pesepakbola legendaris dunia Diego Armando Maradona terbang ke Venezuela dan bergabung dengan kampanye Maduro untuk mendukung lelaki berkumis itu."Maduro memang bukan Chavez, tapi dia akan meneruskan revolusi Chavez," ujar salah seorang pendukung Maduro bernama Lionel Lopez, seorang manajer pemasaran.
Pembuktian janji si kumis
Dia bilang akan meneruskan semangat Hugo Chavez.
Advertisement
Rekomendasi