Sidang James "Joker" Holmes sudah dipadati pengunjung

Agenda sidang perdana ini adalah pembacaan tuntutan kepada tersangka.

Aryo Putranto Saptohutomo
Sidang James "Joker" Holmes sudah dipadati pengunjung
James Eagan Holmes, pelaku penembakan dalam gedung Bioskop Century, Aurora, Kota Denver, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, Jumat pekan lalu.(Reuters)

Sidang perdana terhadap James Eagan Holmes, berusia 24 tahun, pelaku penembakan penonton film Batman teater 16 Bioskop Century, Wilayah Aurora, Kota Denver, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, bakal dimulai satu setengah jam lagi. Wartawan media cetak dan elektronik saat ini sudah berkumpul di depan gedung pengadilan Arapahoe County. Pengunjung pun sudah mulai memadati gedung pengadilan.

Surat kabar the Denver Post melaporkan, Senin (23/7), menurut jadwal sidang terhadap Holmes bakal dilaksanakan pukul 09.30 waktu setempat. Agenda sidang perdana ini adalah pembacaan tuntutan terhadap tersangka atas kejahatan dia perbuat. Sementara itu pengisian berkas tuntutan oleh jaksa wilayah akan dilakukan setelah sidang selesai. Penuntut umum berhak menambah atau mengurangi dakwaan pada masa itu. Sidang kali ini mengambil tempat di ruang 201.

Pembacaan tuntutan biasanya berlangsung singkat dan tidak membutuhkan pernyataan dari tersangka. Tetapi, ini adalah pertama kali Holmes diperkenalkan kepada masyarakat umum sejak insiden penembakan terjadi Jumat pekan lalu. Pada sidang perdana ini bakal terlihat bagaimana persiapan pembelaan oleh tim penasehat hukum.

Pihak pengadilan Arapahoe dan Kepolisian Aurora sudah memprediksi sidang perdana Holmes bakal dibanjiri para pengunjung. Selain keluarga korban, mereka datang lantaran penasaran melihat rupa pemuda kalem tapi tega menghilangkan nyawa 12 orang itu. Kerabat korban penembakan dan selamat juga diperbolehkan mengikuti sidang dari dalam. Pengadilan hanya menyediakan 35 bangku bagi perwakilan media massa di dalam ruang sidang.

Selain itu pihak pengadilan menyiapkan sistem pengeras suara buat pengunjung di luar gedung. Mereka juga harus menyediakan lapangan parkir darurat berjarak beberapa blok dari gedung pengadilan. Selain itu, bus jemputan juga sudah disiapkan guna mengangkut pengunjung sidang dan gratis.

Aksi brutal Holmes menembaki para penonton pemutaran perdana film sekuel terbaru Batman : The Dark Knight Rises menewaskan 12 orang dan melukai 59 lainnya. Ratusan polisi dikerahkan buat menghentikan peristiwa berdarah itu. Tercatat tiga warga Indonesia turut menjadi korban penembakan itu. Setelah ditangkap, dia mengatakan dirinya adalah Joker, salah satu lawan tokoh rekaan berlambang kelelawar itu.

Selama ini Holmes dikenal sebagai pribadi cerdas dan santun. Menurut salah satu tetangganya, pemuda itu memang pendiam dan tidak pernah terlibat tindakan kriminal. Dia hanya punya satu catatan pelanggaran hukum, yakni ditilang lantaran ngebut di jalanan Oktober tahun lalu.

Holmes berasal dari keluarga kelas menengah yang cukup dikenal karena aktif di kegiatan amal. Ayahnya bekerja di perusahaan perangkat lunak dan ibunya berprofesi sebagai perawat.

Keluarga Holmes hingga saat ini menolak wawancara media dan mengaku terpukul anak mereka menjadi pelaku penembakan massal terparah di Amerika dalam lima tahun terakhir itu.

Rekomendasi