Usulan ini bikin syok anggota Dewan Menteri Luar Negeri Uni Eropa saat mendengarnya langsung dari Menlu Israel.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel, Israel Katz menyatakan ingin memindahkan seluruh populasi warga Palestina di Jalur Gaza ke sebuah pulau buatan di Laut Mediterania, seperti dilaporkan The Guardian pada Senin.
Sumber: The New Arab
Advertisement
Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, The Guardian menyatakan usulan Menlu Israel itu bikin syok para menteri lainnya yang bertemu di Brussels, Belgia. Para Menlu Uni Eropa bertemu di Brussels untuk membahas "rencana perdamaian konprehensif", yang juga dihadiri Katz, seperti dikutip dari laman The New Arab, Rabu (24/1).
Dalam pertemuan tersebut, seperti dilaporkan Jerusalem Post, Katz menunjukkan kepada Dewan Menteri Luar Negeri Eropa potongan video sebuah pulau buatan di lepas pantai Gaza, juga usulan rel kereta yang menghubungkan Israel dengan Arab Saudi, Bahrain, Yordania, dan Uni Emirat Arab.
"Tujuan kami jelas: demiliterisasi dan stabilitasi Gaza, serta Israel meningkatkan kontrol keamanan untuk melindungi warga kami," cetus Katz.
"Mencapai ini akan membuka pintu-pintu ke kesempatan regional baru, memudahkan kami untuk memelihara perekonomian dan inisiatif kemanusiaan yang menguntungkan semuanya, termasuk warga Gaza," lanjutnya.
Advertisement
Advertisement
Foto: Yonatan Sindel/Flash90
Usulan tersebut mencakup rencana pasukan militer internasional untuk mengendalikan pulau tersebut, yang akan menjadi pusat pelayaran Gaza, "setidaknya selama 100 tahun".
Otoritas Palestina menyebut gagasan itu "angan-angan belaka".
Israel disebut berusaha mengusir paksa seluruh penduduk Gaza dengan agresi brutalnya yang masih berlangsung hingga saat ini, yang telah menewaskan sekitar 25.200 warga sipil.
Advertisement