Jumlah pengungsi luar negeri di Indonesia melejit jadi 14 ribu jiwa
Merdeka.com - Jumlah pengungsi luar negeri pencari suaka di Indonesia mengalami peningkatan cukup drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan data statistik dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan pengungsi (UNHCR) saat ini ada 14.350 pencari suaka di Indonesia di mana 25 persen di antaranya adalah anak-anak. Sementara pada 2010 lalu, jumlah pengungsi hanya mencapai 2.882.
"Peningkatan jumlah pengungsi yang cukup drastis ini membawa Indonesia kepada tanggung jawab baru. Oleh karena itu dibuat Peraturan Presiden No 125 Tahun 2016 untuk menindaklanjuti tanggung jawab dan kewenangan UUD tentang keimigrasian dan penanganan pengungsi," kata Direktorat Jenderal Imigrasi, Ronny Ronny F. Sompie, dalam acara konferensi pers FGD di Ice Palace, Jakarta Selatan, Senin (24/7).
Ronny menjelaskan para pengungsi tersebut berasa dari berbagai negara di belahan dunia, khususnya yang saat ini tengah mengalami konflik. Adapun asal para pengungsi tersebut antara lain Afghanistan, Somalia, Myanmar, Irak, Nigeria, Sri lanka, dan negara lain. Mereka ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia.
"Para pencari suaka itu ditempatkan di beberapa wilayah Indonesia dari Tanjung Pinang, Medan, Balikpapan, Pekan Baru, Pontianak, Makassar, Kupang, Manado, Denpasar, Surabaya, Semarang, Jakarta sampai Jayapura," jelas Ronny.
Dalam panel diskusi yang digelar untuk memperingati Hari Pengungsi Sedunia 2017, Indonesia kembali mengevaluasi langkah-langkah yang selama ini diambil untuk menangani para pengungsi dari berbagai negara yang ditampung di Indonesia. Rupanya ada beberapa pelanggaran masih dilakukan para pengungsi tersebut di Indonesia.
"Pelanggaran yang dilakukan antara lain mengenai kasus gigolo, berjualan tanpa izin, terlibat dengan penjualan narkoba, pencurian, mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan pondok pesantren atau tempat ibadah tanpa izin, sampai mengganggu ketertiban umum," paparnya. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya